Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Tahun Ini Karya Kampung Batik Mulyoharjo Targetkan Layak Jual

23 Mei 2019, 14: 24: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

BERLATIH: Ibu-ibu di kampung batik Kembangmulyo aktif berlatih membatik.

BERLATIH: Ibu-ibu di kampung batik Kembangmulyo aktif berlatih membatik. (Batik Kembangmulyo For Radar Kudus)

JEPARA – Usai diresmikan sebagai kampung batik, para pembatik di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara semakin aktif membuat karya. Pendamping para pembatik itupun menargetkan tahun ini semua karya ibu-ibu di kampung tersebut layak jual.

Hal ini disampaikan pendamping ibu-ibu di kampung batik, Nurunnikmah Awwalina. Perempuan yang juga  perajin batik Jepara tersebut mengatakan, kampung batik itu sebenarnya bermula dari aktivitas rumah zakat. Ada kegiatan untuk anak-anak serta orang tuanya. ”Sudah tiga tahun terakhir ibu-ibu ini, kami ajari membatik,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dia mengajarkan mulai dari nol, karena ibu-ibu tersebut sama sekali tidak ada yang bisa membatik. ”Mulai dari menggambar motif sampai proses membatik,” ungkapnya. Diajari membikin batik tulis sampai batik cap.

”Sengaja kami pilihkan batik tulis terlebih dahulu. Itu sebagai dasar. Kalau batik cap, prosesnya lebih mudah sehingga setelah menguasai batik tulis mereka tak kesulitan mengerjakan batik cap,” terangnya.

Tiga tahun berjalan, Lina menyatakan, kemampuan ibu-ibu yang dilatihnya semakin berkembang. Diapun berhasil mewujudkan rumah kreatif di rumah tempat tinggalnya sebagai rumah kreatif bagi ibu-ibu yang belajar membatik.

Dia dengan dukungan pemerintah desa kemudian juga berhasil diwujudkan kampung batik. ”Saat ini fokus kami mendorong ibu-ibu supaya kemampuan membatiknya makin matang dan bisa mandiri,” tuturnya.

Mengenai hasil batik ibu-ibu itu sendiri, Lina menyatakan, pada tahun-tahun awal belajar untuk pemakaian sendiri. Namun saat ini pihaknya menargetkan supaya hasil karyanya harus sudah layak jual. ”Harus ada peningkatan, dulunya dipakai sendiri saat ini sudah harus bisa menarik minat pembeli dan layak jual,” urainya.

Lina menambahkan, melalui rumah kreatif di tempatnya dia memfasilitasi penjualan batik hasil karya ibu-ibu tersebut.

”Di tempat kami juga banyak kunjungan, jadi bisa sekaligus mengenalkan karya-karya mereka,” imbuhnya.

(ks/emy/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia