alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Lomba Thongtek Semarakkan Festival Ramadan PLN Kit TJB Kembali Digelar

23 Mei 2019, 12: 23: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

MERIAH: Penampilan salah satu grup thongtek pada Festival Ramadan tahun lalu digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (Kit TJB).

MERIAH: Penampilan salah satu grup thongtek pada Festival Ramadan tahun lalu digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (Kit TJB). (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA Festival Ramadan yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (UI Kit TJB) berlangsung hari ini. Selain kegiatan sosial acara ini dimeriahkan dengan tampilan kesenian thongtek.

Acara yang sudah menjadi agenda rutin ini terselenggara kali kelima tahun ini. Selama satu hari penuh, berbagai kegiatan digelar bagi masyarakat di wilayah ring I PT PLN UI Kit TJB. Beberapa rangkaian kegiatan di antaranya, pembagian sembako murah dan takjil gratis bagi warga dhuafa, lomba thongtek, lomba rangking 1, santunan kepada ratusan yatama, dan berbagai hadiah doorprize.

Penyelenggaraan Festival Ramadan ini bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Bondo, Bangsri; dan dua desa di Kecamatan Kembang yaitu Desa Kaliaman dan Desa Tubanan. Serta Jawa Pos Radar Kudus. Bahkan panitia penyelenggara tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Baru tahun ini panitia melibatkan warga nasrani. Warga Nasrani ini berasal dari Desa Bondo, Bangsri.

Keterlibatan panitia nonmuslim ini sebagai bentuk keharmonisan hubungan masyarakat di sekitar PLN Kit TJB. Meski memiliki latar belakang agama yang berbeda, kehidupan bermasyarakat tetap terjaga.

“Perbedaan menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari keseharian masyarakat. Bulan Ramadan ini jadi bukti bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dan damai,” ujar humas PLTU TJB, Grahita Muhammad.

Pihaknya menjembatani bentuk keharmonisan selama ini lewat kegiatan Festival Ramadan ini. Dalam acara ini semakin menguatkan persatuan warga. Juga menjadi ajang unjuk kreativitas dan kepedulian sosial.

“Ketika masyarakat hidup rukun dan damai, tentu ikut berkontribusi menjaga stabilitas lingkungan sekitar PLTU TJB. Sehingga proses produksi pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan se Jawa – Bali tidak mengalami gangguan berarti,” tuturnya.

Di sisi lain, beragam lomba yang digelar juga sebagai upaya membina generasi muda agar mau melestarikan kebudayaan lokal Jepara.

”Ke depan kami berkomitmen untuk meneruskan agenda-agenda baik semacam ini,” tandasnya. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP