Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Lakukan Pungli, Kades Kawengan Divonis Dua Tahun Kurungan

23 Mei 2019, 10: 07: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

Lakukan Pungli, Kades Kawengan Divonis Dua Tahun Kurungan

BLORA – Proses Persidangan Kades Kawengan, Kecamatan Jepon, Blora Sunarto akhirnya selesai. Terdakwa dugaan pungutan liar (pungli) terhadap peserta Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 ini divonis dua tahun kurungan penjara. Sunarto juga wajib membayar denda Rp 50 juta.

Rendy Indro, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Blora mengaku, Sunarto terbukti bersalah melanggar Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999. Yaitu tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Terdakwa divonis majelis hakim yang diketuai oleh Allosyius Prihartono Bayu dengan pidana penjara dua tahun kurungan, dikurangi masa penangkapan dan penahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” terangnya.

Dia menambahkan majelis hakim juga memerintahkan terdakwa membayar Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan penjara. Sementara uang sebesar Rp 88.300.000 hasil penarikan warga dirampas untuk negara.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU. Yiatu dua tahun enam bulan. Atas putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa masih pikir-pikir. ”Sampai sekarang petikan putusan juga belum dikirim,” imbuhnya.

Diketahui bersama, terdakwa Suanarto merupakan tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres Blora, terkait dugaan pungutan liar terhadap peserta Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018.

Total uang yang diterima terdakwa di luar musyawarah (musdes) mencapai Rp 120 juta. Sebanyak Rp 90.250.000 untuk terdakwa dan Rp 32.200.000 dibagi perangkat desa. Dengan asumsi kades mengambil keuntungan Rp 150 ribu per bidang, sementara perangkat Rp 50 ribu per bidang tanah.

Kades Kawengan, Kecamatan Jepon, Blora Sunarto sendiri diringkus pada Jumat, 10 Agustus 2018 pukul 10.30. Saat itu Ramelan selaku kasi Pemerintahan Desa Kawengan, Kecamatan Jepon hendak menyetor sejumlah uang kepada Kades Sunarto. Besarannya Rp 3,6 Juta.

Namun tak berselang lama, ada lima anggota polisi melakukan penyergapan dan melakukan penangkapan. Dari kantor desa, polisi mengamankan uang tunai dan buku catatan keuangan bendahara desa.

Dalam PTSL, Desa Kawengan mendapatkan 930 petak. Dari hasil Musyawarah Desa (Musdes) di sepakati biaya Rp 250 ribu. Namun diperjalanan, Kades menambah biaya sebesar Rp 200 ribu di luar kesepakatan musdes. Sehingga totalnya mencapai Rp 450 ribu. Uang Rp 200 ribu itu, Rp 50 ribunya untuk operasional desa, sedangkan Rp 150 ribu masuk kantong pribadi kades. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia