Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Dewan Dukung Upaya Pemkab dalam Penurunan AKI dan AKB

23 Mei 2019, 09: 49: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

BERIKAN DUKUNGAN: Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto memberi arahan dan dukungan untuk penekanan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Grobogan.

BERIKAN DUKUNGAN: Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto memberi arahan dan dukungan untuk penekanan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – DPRD Kabupaten Grobogan mendukung upaya Pemkab Grobogan dalam menurunkan angka kematian ibu  (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Hal itu, diungkapkan oleh Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dalam sosialisasi kegiatan evaluasi program pelayanan kesehatan produksi bagi calon pengantin dalam penyiapan status kesehatan sebelum hamil di Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi Senin (20/5) lalu.

”Untuk menurunkan AKI dan AKB diperlukan kesiapan semua pihak,” kata Agus Siswanto.

Untuk menekan AKI dan AKB tertinggi di Jawa Tengah, dewan meminta agar kebijakan pemerintah daerah di Kabupaten sampai ke tingkat desa. Harapanya bisa sinergis dengan program yang telah dicanangkan. Lewat program tersebut diharapkan bisa menekan AKI dan AKB sampai tingkat zero.

”Maka program ini harus bisa terlaksana dengan baik. Kami dari dewan mendukung untuk penurunan AKI dan AKB.  Salah satunya dengan memberikan pendidikan reproduksi remaja. Kami berharap Dinas kesehatan bisa berkomunikasi lintas OPD dan lintas sektoral terkait program ini,” ujarnya.

Perwakilan Kemenag Grobogan Fahrurrozi mengatakan, penurunan AKI dan AKB harus dilakukan semua lintas sektoral. Terutama bagi kesehatan reproduksi dari calon pengantin dan remaja usia nikah. Program kerja dari Kemenag sendiri adalah memberikan bimbingan calon pengantin sebelum nikah.

”Bimbingan calon pengantin ini bertujuan agar reproduksi bagi pasangan bisa baik karena tahu tentang kesehatan dan jiwanya,” terang dia.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Selamet Widodo mengatakan, penurunan AKI dan AKB harus bekerja sama dengan lintas sektor. Beruntung di Kabupaten Grobogan sudah ada Perda dan Perbupnya.

”Dinas kesehatan sudah melakukan upaya-upaya. Namun kenyataan masih tinggi. Kendati demikian, kami akan  terus berupaya,” kata dia.

Menurutnya banyak penyebab AKI dan AKB karena preekamsi. Juga ada faktor lain seperti gagal jantung, teroit, dan gagal ginjal.

”Kami bekerja sama dengan fakultas Undip Semarang untuk memberikan penyuluhan untuk KUA dan sebagainya. Ada Kemenag BP3KAB fokusnya penanganan. Semua harus dilakukan. Mulai penyuluhan dari remaja usia sekolah SMP dan SMA,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi D DPRD Grobogan menerima audiensi fakultas kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada Senin (29/4). Audiensi tersebut membahas tentang tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Grobogan tertinggi se Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut dipimpin langung Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibodo. Dalam kesempatan itu, dihadiri Ketua Komisi D Moechlisin beserta anggota, Kepala Dinas Kesehatan Selamet Widodo, BP3AKB, Kementerian Agama dan tokoh masyarakat. Kemudian jajaran dari fakultas kesehatan dari Undip Semarang.

Nurwibowo mengatakan, audiensi dengan Undip bertujuan untuk memberikan masukan serta langkah-langkah penanganan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Grobogan. Penanganan tersebut tidak hanya dilakukan Dinas Kesehatan saja, tetapi juga dilakukan semua sektor.

”Banyaknya angka kematian ibu dan bayi di Grobogan jadi PR bersama untuk ditindaklanjuti. Untuk mengetahui akan dilakukan semua sektor dan OPD terkait Kabupaten Grobogan,” katanya.

Tindaklanjut tersebut, akan dilakukan pertemuan lanjutan bersama semua stakeholder dan instansi terkait serta seluruh OPD. Dalam kesempatan itu, fakultas kesehatan Undip akan mendata dan mencari masalah tentang masih banyaknya angka kematian ibu dan bayi di Grobogan.

”Semua sektor nanti akan berikan langkah-langkah yang ditempuh nangani itu. Baik DPRD, Dinas Kesehatan, Kemenag dan BP3AKB untuk membahas rencana langkah nyata ke depan apa yang dilakukan. Agar kematian ibu dan bayi berkurang,” ujarnya. 

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia