Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Sidak, BPOM dan Dinkes Temukan Makanan Habis Izin Edar

22 Mei 2019, 16: 09: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK BARANG: BPOM bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melakukan sidak pengawasan makanan di saalah satu toko modern kemarin.

CEK BARANG: BPOM bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melakukan sidak pengawasan makanan di saalah satu toko modern kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Tengah melakukan sidak produk makanan di beberapa pusat perbelanjaan. Hasilnya ditemukan beberapa jenis makanan yang telah habis izin edarnya.

Rina Nuryanti, staf BPOM Semarang mengungkapkan, dalam kegiatan sidak pengawasan produk makanan itu pihaknya menemukan beberapa produk yang telah habis izin edarnya. Sehingga tidak ada jaminan dari kualitas mutu produk yang dijual itu

 ”Jadi ya tidak ada penjaminan dari kualitas mutunya. Kami mengimbau agar masyarakat lebih jeli untuk melakukan pengecekan makanan terlebih dahulu saat membeli. Masyarakat bisa mengecek melalui aplikasi cek-BPOM. Selain itu, bisa juga di lakukan pengecekan melalui www.pom.go.id, bisa dilihat dalam aplikasi terkait perizinan. Apakah masih berlaku atau tidak,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain itu, dalam pengecekan tersebut, pihaknya juga menemukan beberapa Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), yang ternyata izin edarnya sudah tidak berlaku, tetapi memakai kemasan lama.

”Kami juga menemukan beberapa kemasan kaleng yang penyok. Dan nanti akan kami rusak kemasannya agar tidak di jual kembali. Untuk makanan yang kedaluarsa dan rusak parah, kami tidak temukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Endri Jatmiko Kasi Kefarmasian dan Alkes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mengungkapkan, pihaknya telah mendatangi di beberapa kecamatan untuk mengawasi makan yang di jual menjelang hari raya.

”Ada juga makanan yang pelabelannya kurang pas, dan juga terdapat beberapa kaleng yang penyok. Kemudian kami membuka sampel berupa parsel, tetapi dalam keadaan baik semuanya,” jelas Endri usai lakukan sidak di Surya Baru Swalayan di Jalan Panglima Sudirman.

Terkait perizinan yang telah habis, Endri menjelaskan, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada produsen agar secepatnya mendapatkan izin. Pihaknya juga akan mendampingi agar berjalan dengan baik sesuai perizinan yang ada.

”Jika nantinya ditemukan banyak permasalahan, maka kami akan membuat teguran. Kami dari dinas kesehatan akan memberi masukan, mengawasi dan mendampingi apabila terjadi sesuatu yang melanggar,” jelasnya.

(ks/aua/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia