Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Ratusan Personel Polres Rembang Bersenjata Siaga Jaga KPU

22 Mei 2019, 15: 28: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

TENTENG SENJATA: Sejumlah personel Polres Rembang disiapkan untuk mengamankan KPU, Bawaslu dan gudang logistik kemarin.

TENTENG SENJATA: Sejumlah personel Polres Rembang disiapkan untuk mengamankan KPU, Bawaslu dan gudang logistik kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Sekitar 150 personel dari jajaran Polres Rembang kemarin dikerahkan untuk melakukan operasi besar-besaran. Utamanya mengamankan objek-objek seperti KPU dan Bawaslu serta gudang KPU yang digunakan menyimpan surat suara. Ini dilakukan untuk mengamankan pasca hasil rekapitulasi penetapan suara tingkat nasional.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Buana Santoso menyampaikan ini merupakan kegiatan imbangan yang dilakukan Polres Rembang. Untuk mendukung pengamanan kegiatan rangkaian Pemilu.

”Saat ini di Jakarta dilakukan pengamanan maksimal di kantor-kantor KPU. Ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat. Tentang adanya isu-isu aksi teror, pada tanggal waktu dekat di KPU atau lingkungan,” katanya

Sehubungan itu Polres Rembang melakukan koordinasi lintas sektoral. Baik dengan  Kodim 0720 Rembang, Satpol PP dan Banser. Dengan cara bergerak melakukan kegiatan patroli dengan skala besar.

Patroli berhenti di titik-titik KPU dan Bawaslu. Termasuk gudang-dugang KPU yang digunakan menyimpan surat suara. Jika dirasa rawan, petugas akan berkomunikasi sehingga dapat menurunkan ketegangan  para petugas.

”Ketika ada potensi kerawanan mereka berhenti untuk melakukan pengaturan. Sehingga diharapkan kondusivitas wilayah,” harapnya.

Ditanya soal deklarasi atau spanduk ucapan selamat presiden terpilih, hingga saat ini Polres masih mengacu ketetapan dari KPU. Hingga Selasa kemarin belum diizinkan. Karena KPU belum secara resmi merilis pemenang.

Walaupun dari hasil real count sudah 100 persen. Demikian Polres Rembang menunggu dari pengumuman KPU. Sehingga harapannya jangan sampai mengeluarkan atau membuat spanduk yang sifatnya ucapan pemenangan.

”Untuk penyekatan prinsipnya terhadap pelaku teror. Informasi yang kami tangkap kaitanya terorisme kita gelar di jalur Pantura. Karena potensi pantura sangat tinggi dijadikan lintasan dari pelaku teror,” ujarnya.

Makanya usai patroli dilanjutkan menggelar penyekatan 24 jam. Mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul dan hari berikutnya. Dengan harapan dapat mengurangi potensi kerawanan pada titik krusial baik kabupaten, provinsi dan pusat.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia