Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Dinas Pertanian dan Pangan: Belum Ditemukan Daging Impor Berpenyakit

22 Mei 2019, 15: 13: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

AMAN: Hingga kini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus belum menemukan penyakit di daging lokal maupun impor.

AMAN: Hingga kini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus belum menemukan penyakit di daging lokal maupun impor. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

MEJOBO - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memperketat pengawasan terhadap peredaran daging impor di sejumlah pasar di Kudus. Hal ini untuk mencegah adanya daging tak layak konsumsi.

Beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus telah mengambil sampel daging di sejumlah pasar. Seperti di Pasar Bitingan, Pasar Kliwon, Pasar Baru (Kota), dan Pasar Jetak. Sampel tersebut akan diuji pada laboratorium produk pangan asal hewan (PAH) hingga minggu depan.

“Sejauh ini belum kami temukan adanya tercemar atau mengandung penyakit,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto melalui Kasi Produksi dan Kesehatan Ternak Bidang Peternakan Sidi Pramono.

Diakuinya, selama ini peminat daging di Kabupaten Kudus terbilang tinggi. ”Peminatnya tinggi. Terutama daging kerbau, jumlah perharinya bisa puluhan kilogram yang dikonsumsi warga,” katanya.

Daging impor yang beredar di pasaran didominasi daging dari India. Ia menyebut, tingginya permintaan daging di Kabupaten Kudus ini didukung dengan faktor kuliner yang kebanyakan menggunakan daging kerbau.

”Kabupaten Kudus sebentar lagi dipadati wisatawan maupun para pemudik. Kami tak ingin ada daging layak konsumsi,” ujarnya.

Inspeksi-inspeksi ke sejumlah pedagang daging di pasar tradisional maupun swalayan terus dilakukan hingga menjelang Lebaran nanti. Selain daging yang dijual di pasar, pihaknya juga mengintensifkan pengecekan kesehatan terhadap hewan ternak di pasar hewan.

Diketahui, harga daging di Pasar Jekulo sampai hari ini masih terbilang normal. Salah satu pedagang daging Umam mengatakan, harga daging kerbau impor dipatok Rp 80 ribu per kilogram. Sedangkan daging kerbau lokal harganya Rp 115 ribu per kilogram.

“Kami menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET),” ucapnya.

tak hanya memastikan kualitas daging, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus juga memastikan ketersediaan daging di pasar Kudus aman hingga Lebaran. Permintaan selama Ramadan  juga terpenuhi.

Dikatakannya, kebutuhan daging sapi dan kerbau mencapai 213.998 Kg. Sedang ketersediaannya mencapai 227.438 Kg per hari.  Untuk daging kambing/domba, kebutuhan pasar berada di nominal 39.562 Kg. Sedang stoknya 53.337 kilogram.

Untuk daging ayam, permintaan sebesar 918.268 kilogram di pasar. Sedang untuk stoknya berada di angka 975.941 Kg. Serta telur ayam ras kebutuhannya 433.544 Kg, dengan stok mencapai 780.637 Kg.

Sedang untuk kebutuhan lebaran/syawalan lebih besar. Untuk daging kerbau/sapi kebutuhan 790.999 Kg, ketersediaannya 840.678 Kg. Untuk kebutuhan daging kambing/domba 146.232 Kg tersedia 197.151 Kg, daging ayam 1.815.666 Kg tersedia 1.929.701 Kg, serta telur ayam ras dari kebutuhan 750.365 Kg tersedia 1.320.626 Kg. 

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia