Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Miris, Beberapa Patung di Taman Krida Banyak yang Rusak

22 Mei 2019, 14: 55: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

IRONIS: Beberapa bagian patung hewan terlihat lepas pada bagian tubuhnya di Taman Krida, Kudus, kemarin.

IRONIS: Beberapa bagian patung hewan terlihat lepas pada bagian tubuhnya di Taman Krida, Kudus, kemarin. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Jumlah pengunjung Taman Krida, Wergu Wetan, Kudus, selama bulan Ramadan tidak begitu banyak. Jumlahnya hanya sepuluh sampai 20 pengunjung per hari di luar liburan.

Selain jumlah pengunjung minim, beberapa spot patung di Taman Krida tampak lepas. Spot yang rusak itu terlihat dari beberapa patung-patung bagiannya patah. Seperti patung rusa yang tanduknya lepas. Patung kambing yang nasibnya sama. Begitu juga patung ayam yang cenggernya sudah lepas. Beberapa spot bangunan warna catnya sudah pudar. Bahkan beberapa spot bangunan lainnya ditumbuhi rumput liar.

Meski begitu, kebersihan di Taman Krida masih terawat. Tidak ada ceceran sampah di beberapa titik. Ketersediaan tong sampah juga masih dapat dijumpai di beberapa tempat. Pun dengan petugas kebersihan yang masih bekerja saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus mendatangi Taman Krida.

Namanya Rumain. Dirinya bekerja membersihkan Taman Krida setiap hari. ”Saya biasa menyapu bagian belakang. Pukul setengah tujuh kami sudah membersihkan Taman Krida,” terangnya. Rumain juga mengiyakan beberapa patung yang copot bagian tubuhnya.

Salah seorang pengunjung Taman Krida asal Gulang, Mejobo, Kudus, Devi mengaku nyaman dengan rindangnya Taman Krida. Dirinya datang bersama kedua anaknya. ”Ya suasananya adem, banyak pohon dan anak-anak juga senang,” terangnya.

Salah seorang petugas loket Erwin mengaku jumlah pengunjung saat Ramadan terbilang sedikit. ”Sehari hanya sepuluh sampai 20 pengunjung,” terangnya.

Perihal tiket, untuk hari biasa Rp 2 ribu, libur besar Rp 3 ribu, karcis waterpool Rp 4 ribu, dan kereta wisata Rp 5 ribu. Kepala UPT Pengelola Objek Wisata Mutrikah mengaku belum ada anggaran untuk perbaikan Taman Krida. ”Kami akan upayakan pada 2020 mendatang sudah ada anggaran,” imbuhnya. (vga)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia