Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Jumlah Rombel PPDB SMP di Perkotaan Dikurangi, Ini Tujuannya

22 Mei 2019, 12: 12: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

HARI INI TERAKHIR: Salah satu siswa SD mendaftar di salah satu SMPN di Pati pada PPDB 2019 kemarin.

HARI INI TERAKHIR: Salah satu siswa SD mendaftar di salah satu SMPN di Pati pada PPDB 2019 kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pelaksananaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP 2019 masih berlangsung kemarin dan berakhir hari ini. Sistem PPDB berbeda dengan tahun sebelumnya. Salah satunya pengaturan zonasi kecamatan. Sehingga beberapa SMP yang ada di perkotaan dikurangi rombongan belajar (rombel), supaya terjadi pemerataan siswa.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati Darmadi mengatakan, PPDB 2019 ini berbeda sistem zonasinya. Yakni zona 1 meliputi kecamatan asal sekolah dan zona 2 meliputi desa yang dekat dengan kecamatan asal sekolah. Karena SMP di perkotaan cukup banyak, maka SMP yang rombelnya banyak dikurangi.

Dia mencontohkan, SMPN 3 Pati mulanya ada 10 rombel, kini hanya ada sembilan rombel. Tujuannya, supaya siswa lari ke SMP lain di kawasan perkotaan. Kebijakan tersebut diberlakukan supaya siswa bisa merata di semua SMP. Tidak ada ketimpangan antara SMP favorit yang banyak siswa dan SMP lain kekurangan siswa.

”Pengurangan rombel ini dipilih menyesuaikan pendaftar tahun sebelumnya. Tujuannya, supaya antara sekolah satu dan sekolah lain siswanya rata dengan mutu yang sama. Sebab, PPDB tahun ini diterima berdasarkan kedekatan sekolah. Siswa melalui zona 1 dan zona 2 tidak mendaftar menggunakan nilai. Begitu juga dengan zona pindahan. Yang menggunakan nilai PPDB melalui jalur prestasi,” terangnya.

Zona 1 yang diperuntukkan bagi siswa yang tinggal di kecamatan asal sekolah wajib menerima siswa yang mendaftar. Selebihnya untuk zona 2 jika masih ada kuota wajib menerima siswa tersebut. Siswa diperbolehkan mendaftar maksimal di dua sekolah. Jadi, jika tidak diterima, bisa mendaftar di sekolah lain selagi masih ada kuotanya.

”Kami meminta orang tua atau siswa untuk memanfaatkan waktu PPDB selama tiga hari itu. Kalau di sekolah pilihan tidak bisa, maka dapat mendaftar di SMP lain selagi ada kuota dan pelaksanaan PPDB belum selesai. Kalau PPDB sudah selesai, maka tak dapat menerima siswa lagi,” katanya.

Selain kuota yang sudah ditentukan, jumlah rombel juga ditentukan satu rombel maksimal berisi 32 siswa. Tidak boleh lebih. Jika lebih, sistem PPDB akan menolak secara otomatis. Kecuali ada siswa yang tidak naik kelas atau ada siswa mutasi. 

(ks/put/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia