Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Meski Terapkan Sistem PPDB Online, Siswa Lebih Pilih Manual

21 Mei 2019, 15: 22: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTRE: Puluhan siswa mengantre untuk mendaftar PPDB di SMPN 7 Pati kemarin.

ANTRE: Puluhan siswa mengantre untuk mendaftar PPDB di SMPN 7 Pati kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Pati dilaksanakan kemarin. Sekolah di perkotaan rata-rata penuh pendaftar. Meski pelaksanaannya melalui online, siswa lebih memilih cara manual dengan datang ke sekolah dan mendaftar melalui petugas PPDB di SMP tujuan masing-masing.

Salah satunya di SMPN 7 Pati kemarin. Banyak siswa yang mendaftar di hari pertama kemarin. Orang tua menunggui siswa di luar. Sementara siswa yang mendaftar antre di kursi yang disediakan sekolah. Petugas akan memanggil siswa satu persatu untuk mendaftar PPDB melalui online yang dibantu petugas.

Ketua PPDB SMPN 7 Pati Sutrisno menuturkan, pendaftar PPDB di sekolah itu pada hari pertama pendaftaran membeludak dibanding pelaksanaan PPDB 2018 lalu. Pihaknya tak menduga animo mayarakat mendaftar membeludak di hari pertama yang mendaftar lebih dari separo dari kuota 224 siswa yang diperoleh sekolah tersebut.

“Mungkin perubahan sistem zonasi itu. Berbeda dari tahun sebelumnya. Kalau tahun ini ada zona 1 dan zona 2. Zona satu ini untuk wilayah Kecamatan Kota saja. Sedangkan zona 2 untuk desa-desa terdekat yang berada di kecamatan kota. Semua siswa yang berada di dua zona itu langsung diterima tanpa melihat nilai siswa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMPN 2 Wedarijaksa Sahid mengatakan, siswa yang mendaftar langsung ke sekolah ada 99 siswa. Pendaftar bertambah karena limpahan siswa dari sekolah lain sebanyak 39 siswa. Sehingga di hari pertama hingga pukul 14.00 ada 138 pendaftar.

“Pelimpahan siswa itu sesuai sistem di PPDB. Karena sistem yang akan bekerja dimana siswa yang mendaftar di SMP tujuan utama sudah penuh sehingga mendaftar di SMP pilihan kedua. Misalnya saja di Wedarijaksa ada SMPN 1 dan SMPN 2. Nah kuota di SMPN 1 sudah penuh sehingga siswa melimpas ke SMP lain termasuk di SMPN 2 Wedarijaksa,” paparnya.

Sahid mengatakan, zona I sebanyak 90 persen yang meliputi semua desa di Kecamatan Wedarijaksa wajib diterima tanpa melihat nilai. Untuk kuota lima persen diperuntukkan siswa berprestasi dan lima persen untuk siswa pindahan. Di SMPN 2 Wedarijaksa tahun ini diberikan kuota 224 siswa. Ia berharap kuota itu bisa terpenuhi.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia