Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Gubernur Ganjar Resmi Tunjuk Dian Kristiandi Jadi Plt Bupati Jepara

21 Mei 2019, 10: 41: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI PLT BUPATI: Dian Kristiandi saat memimpin upacara di halaman kantor Setda Jepara baru-baru ini

JADI PLT BUPATI: Dian Kristiandi saat memimpin upacara di halaman kantor Setda Jepara baru-baru ini (PEMKAB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo resmi menunjuk Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara. Hal ini menyusul situasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara usai Ahmad Marzuqi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 13 Mei lalu.

Penunjukan itu ditandai dengan surat dari gubernur Jateng kepada wakil bupati Jepara pada 17 Mei lalu. Surat tersebut berisi penugasan wakil bupati selaku pelaksana tugas (Plt) bupati Jepara.

Surat dari gubernur tersebut, menindaklanjuti pula surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perihal penugasan wakil bupati Jepara sebagai Plt. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah diatur ketentuan; kepala daerah yang sedang menjalani penahanan dilarang menjalankan tugas dan kewenangannya.

Dalam surat yang ditandatangani Ganjar Pranowo itu disebutkan, untuk kelancaran penyelenggaraan daerah di Kabupaten Jepara, agar Andik –sapaan akrab Dian Kristiandi- untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagai Plt bupati Jepara. Dengan ketentuan tetap berkoordinasi dan bertanggung jawab kepada bupati Jepara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan, sejak bupati Jepara Ahmad Marzuqi ditahan KPK pihaknya telah melaporkan kondisi Jepara kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Senin (13/5) petang.

”Sesuai undang-undang, secara otomatis wakil kepala daerah menjalankan tugasnya sampai surat penugasan dari gubernur turun. Ya, dilaksanakan sesuai aturan yang ada,” ujarnya

Usai ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt) bupati Jepara menggantikan Ahmad Marzuqi, yang ditahan KPK dalam kasus dugaan suap kepada hakim Lasito, Andi menjalankan tugas sehari-hari sebagai bupati.

”Amanat undang-undang didasarkan pada pelayanan masyarakat. Supaya pemerintahan tetap berjalan," katanya kemarin.

Statusnya sebagai Plt menyesuaikan dengan keputusan inkrah dari penegak hukum terkait kasus Marzuqi. Jika sudah ada ketetapan hukum, ia menyerahkannya kepada regulasi yang ada. ”Nanti lihat perkembangan ke depan. Koordinasi dengan gubernur tetap kami lakukan untuk melaporkan situasi Jepara terkini,” jelasnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia