Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Features
Siti Rizqiya Putri Dwi Ani, Caleg Termuda

Baru Kali Pertama Punya Hak Suara, Kerap Diejek ”Cah Cilik”

21 Mei 2019, 09: 36: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

Siti Rizqiya Putri Dwi Ani

Siti Rizqiya Putri Dwi Ani (DOK. PRIBADI)

Share this      

Bersaing di Dapil Rembang 3 (Kragan-Sluke), Siti Rizqiya Putri Dwi Ani tak menyangka meraih suara terbanyak di Pemilu 2019. Apalagi mengalahkan caleg petahana yang sangat potensial. Gadis 22 tahun itu pun, berhasil melenggang ke DPRD Rembang.

SAIFUL ANWAR, Rembang

SITI Rizqiya Putri Dwi Ani tak dinyana bakal menjadi anggota dewan. Namun, hal itu sudah digariskan. Sebab, saat KPU Rembang selesai menggelar pleno tingkat kabupaten pada 30 April lalu menyatakan dirinya lolos gedung DPRD Rembang periode 2019-2024.

”Alhamdulillah, bersyukur, senang, dan tak lupa berterima kasih kepada tim. Karena tanpa mereka saya tentunya tidak bisa meraih angka tersebut,” tutur gadis kelahiran Rembang, 28 Agustus 1997 itu.

Ani -sapaan akrabnya- dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan) meraih 5.616 suara. Raihan itu hanya terpatut sekitar 400-an dari caleg petahana yang sebenarnya potensial.

Sebagai caleg yang masih sangat belia, 22 tahun, Ani kerap diragukan teman-temannya, dosen, juga tetangganya saat akan nyaleg. Pengalamannya di bidang politik dianggap masih minim untuk maju sebagai wakil rakyat.

Keraguan bahkan juga muncul dari beberapa oknum partai yang menyebut, memilihnya kurang pantas. Sebab, dia dianggap terlalu dini untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Bahkan disebut sebagai ”cah cilik”.

”Ya ada yang bilang, jangan milik cah cilik. Ngapain? Dia belum tahu apa-apa," ujar dia menirukan ledekan itu.

Terlebih, saat ini dia juga masih tercatat sebagai mahasiswa semester VIII, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dia pun kini masih disibukkan dengan skripsi.

Tetapi Ani bergeming. Tekadnya sudah bulat untuk maju sebagai caleg. Apalagi salah satu yang meminta dirinya nyaleg itu adalah Bupati Rembang Abdul Hafidz. Agar semakin mantap, dara yang tinggal bersama orang tuanya di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, Rembang, ini juga menyempatkan diri sowan ke KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Dia mendapat doa restu. Ani jadi semakin yakin.

”Karena saya optimistis mampu. Pemuda-pemuda sekarang punya pengaruh untuk bangsa,” cetusnya.

Meski tak punya pengalaman politik, namun sesungguhnya, sang ayah Muhamad Ali merupakan tokoh yang dikenal masyarakat setempat. Sebab, ayahnya itu merupakan pemilik pertambangan yang cukup luas. Sedangkan, ibunya Naula memang hanya ibu rumah tangga.

Menariknya, Ani juga sebenarnya baru pada Pemilu 2019 ini bisa mencoblos. Sebab, pada 2014 lalu, usianya belum cukup sebagai pemilik hak pilih.

Sadar masih minim pengetahuan politik, sebagai generasi milenial dia memanfaatkan internet untuk belajar. Selain itu, dia juga belajar dari pamannya, Muhammad Awir yang menurutnya punya pengetahuan tentang politik. Termasuk belajar dengan senior-senior yang lain. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia