Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Fokus ke Jempol Agar Tak Pusing

21 Mei 2019, 09: 29: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

Ria Candra

Ria Candra (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

AWALNYA Ria Candra tak begitu tertarik dengan tari sufi. Bagaimana tidak. Jika melihat tariannya yang berputar-putar. Ia membayangkan akan terasa pusing jika melakukan gerakan tari itu. Bahkan bisa jatuh gara-gara menari.

Hingga pada 2015, sewaktu ia masih duduk di bangku SMA dia pun memutuskan bergabung dengan tari sufi. Ia kemudian mencoba. Akhirnya justru ketagihan latihan hingga kini dia menguasai.

Candra belajar tari sufi dari sebuah majelis di Juwana, Pati. Kali pertama belajar, ia pun merasa takut terjatuh, menatap tembok, atau merasa mual. Kali pertama mencoba, perempuan kelahiran Rembang, 11 November 1998 ini mengaku merasa pusing. Tetapi ia tetap merasa tertarik dengan tari ini. Sebab, di daerahnya masih ada yang belum bisa tari sufi. Hingga kini, ia pernah tampil menari hingga luar kota. Bahkan sampai Kalimantan.

Menurutnya, tari sufi bukan sembarang tarian. Sebab mengandung doa di dalamnya. Termasuk ketika gerakan pembuka. ”Inti dari tari sufi itu doa. Doa apapun. Zikir, salawat nabi, Asmaul Husna, yang penting dalam diri harus doa,” kata mahasiswi semester IV IAIN Kudus ini.

Termasuk ketika ia berputar juga memiliki doa. Adab putaran dalam tari sufi dimulai dari kiri ke kanan. Karena melambangkan thawaf Kakbah yang juga dimulai dari arah kiri. ”Kalau ada yang nari ke kanan mungkin itu buat perform untuk acara-acara tertentu,” ujarnya.

Saat hendak menampilkan tariannya. Candra memejamkan matanya sembari menundukkan kepala. Ia berdiri tegak. Kedua tangannya menyilang, masing-masing telapak tangan memegang pundak. Dengan mengenakan jubah putih dan topi hitam lonjong, ia pun membungkuk ke arah hadirin. Seakan memberikan salam.

Dia lalu memandang jempol ditelapak tangannya dalam posisi membuka dan mulai berputar mengikuti iringan tabuhan rebana. Makin cepat tempo, makin cepat ia berputar.

Agar tak meresa pusing, pertama ia memperbaiki niat. Kedua fokus pada jempol tangan kiri dengan telapak tangan membuka. Sementara tangan kanannya mendongak ke atas. Melambangkan doa kepada Tuhan. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia