Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Jepara Dikenal Pendiam

20 Mei 2019, 15: 48: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

SEPI: Kompleks Pesantren AL Muttaqin Sowan Kidul, Kedung terlihat sepi. Di tempat ini terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kudus dan Jepara pernah menimba ilmu.

SEPI: Kompleks Pesantren AL Muttaqin Sowan Kidul, Kedung terlihat sepi. Di tempat ini terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kudus dan Jepara pernah menimba ilmu. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Penangkapan terduga teroris di Desa Sowan Kidul, Kedung, Jepara sempat menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat Kota Ukir. Di kabupaten lain juga terjadi penangkapan serupa. Termasuk di Kudus. Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kudus dan Jepara ini sama-sama alumni Pondok Pesantren Al-Muttaqin Sowan Kidul, Kedung. Jundi Mukhlis yang ditangkap di Jepara dikenal sebagai sosok pendiam.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus  kemarin di kompleks pesantren tersebut terlihat sepi. Hanya ada beberapa sepeda motor terparkir. Namun tidak terlihat aktivitas di kompleks pesantren. Letaknya di samping jalan utama desa. Jaraknya sekitar 200 meter dari balai desa setempat.

Terdapat lembaga pendidikan formal dan nonformal di pesantren tersebut. Ada pula pendidikan paket A, B, dan C. Penelusuran kemarin belum bisa bertemu dengan pengasuh atau pengurus pesantren untuk dimintai keterangan terkait alumni pesantren yang yang tangkap karena dugaan teroris.

Menurut keterangan Kepala Desa Sowan Kidul, Subandi, penangkapan pada Selasa 14 Mei lalu baru diketahuinya sehari setelah kejadian. Itu pun dari pihak Koramil Kedung yang memberitahu. “Kemudian dari warga sekitar juga sempat jadi perbincangan. Tahunya ya  dari aparat dan warga,” katanya.

Penangkapan itu pun mengagetkan. Pasalnya warganya yang diduga teroris tersebut yang bernama Jundi Mukhlis dikenal pendiam. Bahkan sebelum penangkapan, dua anggota keluarga baru pulang dari rumah sakit. Anaknya baru saja pulang dari rumah sakit usai dilahirkan dan menjalani perawatan. Kemudian disusul Jundi yang sakit. Lalu dioperasi karena sakit ambeyen yang diderita.

“Kabarnya ditangkap dalam keadaan masih duduk di atas kursi roda. Dia baru saja selesai menjalani operasi di rumah sakit. Sore pulang. Paginya ada kabar penangkapan. Kaget juga. Karena orangnya pendiam. Saya tahu dia dari kecil,” tuturnya.

Terkait keterkaitan pesantren di desanya itu, Subandi mengatakan selama ini tidak ada masalah. Lembaga itu juga berbaur dan aktif kegiatan keagamaan. “Di luar itu kami tidak tahu. Sepengetahuan kami tidak ada masalah,” jelasnya.

Saat dimintai konfirmasi, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibawa membenarkan penangkapan tersebut. Namun pihaknya dalam kegiatan itu hanya membantu pengamanan. Dari jajaran Polres Jepara, ia beserta enam anggota reskrim serta Kapolsek Kedung AKP Urip Prihadi beserta lima  anggota. “Kami hanya mengamankan saja. Lebih lanjut terkait kasus apa bukan ranah kami,” tandasnya. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia