Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Usai Bantai Tetangganya Sendiri, Pelaku Tiba-tiba Kejang lalu Tewas

20 Mei 2019, 15: 25: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI PENJELASAN: Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo memberikan penjelasan pada keluarga tersangka yang meninggal dunia saat dibekuk polisi.

BERI PENJELASAN: Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo memberikan penjelasan pada keluarga tersangka yang meninggal dunia saat dibekuk polisi. (SUBKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Polres Blora berhasil meringkus pembunuh Tamjis, 73, warga RT 1, RW 1 Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung. Dia adalah Munadi, 61, yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Tersangka berhasil diringkus di rumahnya sendiri sekitar pukul 19.30. Sayangnya usai diringkus dan mengakui perbuatannya, pelaku kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia.

Kapolres Blora melalui Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo megungkapkan, usai membunuh Tamjis, pelaku melarikan diri dan bersembunyi di tengah hutan. Karena kelaparan karena dua hari tidak makan, akhirnya pelaku pulang ke rumahnya.

“Alhamdulillah pembunuhan yang terjadi Jumat sore akhirnya terungkap. Sekitar pukul 21.00 pelaku tertangkap saat bersembunyi di dapur dan tidak memakai baju,” terangnya.

Kasatreskrim menambahkan, setelah ditanya, pelaku mengaku kalau dia yang membunuh. Namun, saat hendak diamankan, pelaku kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia. “Mungkin serangan jantung karena ketakutan. Meski begitu tetap menunggu hasil pemeriksaan dari dokter penyebabnya apa. Kemungkinan jantung,” jelasnya.

Dalam melaksanakan aksinya, pelaku sendirian. Korban meninggal dunia diduga dipukul menggunakan bendo. “Kita sudah lakukan penggeledahan dan mengamankan kaos yang ada bercak darah. Selain itu kita amankan bendo dan sabit yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Karena tersangka meninggal, secara otomatis kasus ini ditutup demi hukum,” tegasnya.

Sekitar pukul 22.38 jenazah pelaku diserahkan kepada keluarga. Penyerahan jenazah ini disaksikan langsung oleh Kepala Desa Ngliron dan Kapolsek setempat. Selanjutnya dibuatkan berita acara penyerahan jenazah.

Kepala Desa Ngliron, Muntono mengaku, keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian almarhum. A juga sudad ditemukan meski dalam keadaan tidak bernyawa. “Dulu memang ada selisih soal tapal batas tanah.Tapi sudahdiselesaikan.Sekitar 4 tahun yang lalu. Kemarin juga tidak ada cekcok.Wong tetangga sendiri,” terangnya.

Sebelumnya, Warga Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung, digegerkan penemuan mayat Tamjis, warga RT 1, RW 1, desa setempat. Korban ditemukan sudah tak bernyawa di wilayah hutan Jati petak 38 RPH Ngliron BKBH Ngliron.

Saat ditemukan, kondisinya sudah babak belur dan penuh luka. Begitu juga dengan kepala bagian belakang ada luka robek bekas benda tumpul.

Polisi menyebutkan kejadian ini bermula Jumat sekitar pukul 16.30 kemarin. Dimana Kusnadi(tetangga korban) yang pulang mencari rumput menemukan dua sepatu secara terpisah di dalam hutan petak 38 RPH Ngliron BKPH Ngliron turut Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung.

Sesampainya di rumah, dia mendapat kabar kalau korban belum pulang kerumah hingga sore dari dalam hutan. Selanjutnya dia memberitahukan penemuan sepasang sepatu tersebut kepada menantu korban Mat Raji.

Mendengar keterangan tersebut, kembali ke dalam hutan petak 38 RPH Ngliron untuk mencari sepasang sepatu tersebut. Sesampainya di dalam hutan petak 38 RPH Ngliron, kedua sepatu tersebut ditemukan. Merasa curiga, selanjutnya mereka mencari barang lain disekitar lokasi tersebut.

Sekitar pukul 17.00, keduanya melihat sang mertua dalam posisi terlentang dan berlumuran darah. Tak pikir panjang, keduanya melaporkan penemuan tersebut kepada perangkat desa Ngliron dilanjutkan ke Koramil dan Polsek Randublatung.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia