Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Sinta Nuriyah Wahid: Jaga Bhinneka Tunggal Ika 

20 Mei 2019, 15: 07: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

BERIKAN TAUSIYAH: Sinta Nuriyah istri presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengikuti buka puasa bersama di Yayasan Al Hikmah Desa Wanutunggal, Kecamatan Godong bersama Bupati Sri Sumarni.

BERIKAN TAUSIYAH: Sinta Nuriyah istri presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengikuti buka puasa bersama di Yayasan Al Hikmah Desa Wanutunggal, Kecamatan Godong bersama Bupati Sri Sumarni. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Sinta Nuriyah Wahid istri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mendatangi yayasan Al Hikmah di Desa Wanutunggal, Kecamatan Godong untuk berbuka bersama pada Sabtu (18/5). Dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Wakapolres Kompol Dwi Hendro Pudianto dan sejumlah pejabat hadir dan mengikuti acara.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan dialog tentang keistimewaan bulan suci Ramadan yang disampaikan oleh Sinta Nuriyah. Dijelaskan, puasa merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam dan harus dijadikan momentum untuk meningkatkan tali persaudaraan.

Selain itu, pihaknya juga meminta warga Indonesia tetap menjaga Bhinneka Tunggal Ika untuk menjaga kesatuan negara Republik Indonesia.

”Kita semua adalah satu. Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Jangan sampai saling hujat. Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Sinta Nuriyah Wahid yang telah mengadakan kegiatan berbuka puasa dengan mengundang seluruh ulama dan tokoh agama. Tujuannya untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan ini juga dapat berguna untuk lebih merekatkan tali silaturahmi antara alim ulama dan pimpinan Ormas Islam se-Kabupaten Grobogan.

”Silaturahmi seperti ini sangat penting guna menyamakan persepsi kita tentang pentingnya kebersamaan dan menjaga suasana yang kondusif di Kabupaten Grobogan,” ujarnya.

Bupati juga meminta warga untuk bersyukur karena kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Grobogan selama ini relatif kondusif dibanding dengan daerah-daerah lain.

”Dalam menghadapi perhelatan apapun, kondisi wilayah harus senantiasa aman dan terkendali. Tentunya hal itu dapat terwujud karena adanya kebersamaan, baik Pemerintah Kabupaten, Jajaran FKPD terutama Polres, TNI, tokoh agama maupun masyarakat,” tandanya.

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia