Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku pembacokan Tiga Orang Ternyata Pernah Dipenjara Kasus Serupa

20 Mei 2019, 14: 09: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

PERIKSA LOKASI: Aparat kepolisian olah tempat kejadian perkara kasus pembacokan yang dilakukan Suwarno kepada tiga kerabatnya belum lama ini.

PERIKSA LOKASI: Aparat kepolisian olah tempat kejadian perkara kasus pembacokan yang dilakukan Suwarno kepada tiga kerabatnya belum lama ini. (POLRES FOR RADAR KUDUS)

Share this      

EPARA - Pelaku pembacokan kepada adik ipar dan dua keponakan, Suwarno, 54, diketahui pernah mendekam di penjara karena kasus yang sama. Ia ditahan selama delapan bulan saat masih bekerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diberitakan sebelumnya, Suwarno nekat melukai adik ipar dan dua keponakannya sendiri menggunakan golok dan parang pada Kamis (16/5) lalu. Pembacokan itu diduga karena motif sakit hati pelaku kepada keluarga korban yang tidak perhatian saat Suwarno mengalami sakit yang diderita.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibawa mengatakan, pihaknya menemukan riwayat pelaku terkait pembacokan Suwarno kepada tiga kerabatnya. Kini, Suwarno ditetapkan tersangka. Sebelumnya, Suwarno juga pernah jadi tersangka karena kasus penganiayaan.

”Kami menemukan surat dari Kejaksaan Negeri di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkaitan dengan riawayat hukum pelaku,” katanya.

Surat keterangan dari kejaksaan tersebut ditemukan saat dilakukan penggeledahan di kamar pelaku. Penggeledahan itu saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Surat tersebut ditemukan di dalam lemari milik pelaku.

”Pelaku ternyata residivis. Kami sudah konfirmasi dengan pelaku. Ia mengakui memang pernah terlibat hukum sebelumnya. Beberapa tahun lalu, pelaku juga sudah melakukan hal yang sama di NTT,” ujarnya.

Dari temuan itu, diketahui pelaku sempat melakukan tindak penganiayaan saat bekerja di NTT pada 2011 lalu. Atas kasus ini pelaku divonis oleh pengadilan setempat dengan hukuman penjara selama delapan bulan.

Suwarno mulai mendapatkan vonis pada Desember 2011. Kemudian menjalani hukuman. Hingga akhirnya bebas pada 17 Febuari 2012. Setelah itu pelaku pulang ke Jepara, hingga sekarang tinggal bersama dengan saudara-saudaranya.

Namun, tindakan melanggar hukum yang pernah ia lakukan lagi. Bahkan, dilakukan kepada tiga orang dan kerabatnya sendiri. Pada kasus terakhir ini, pelaku diduga telah melakukan penganiayaan berencana seperti yang diatur dalam Pasal 353 KUHP. 

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia