Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan
Syekh Abdurrohman, Penyebar Islam di Menawan

Dakwah dengan Lemah Lembut

18 Mei 2019, 13: 42: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

TERTATA RAPI: Makam Syekh Abdurrohman beri cungkup permanen dan terdapat pendapa kecil di depannya.

TERTATA RAPI: Makam Syekh Abdurrohman beri cungkup permanen dan terdapat pendapa kecil di depannya. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

SOSOK Syekh Abdurrohman sangat berjasa dalam menyebarkan Islam di Desa Menawan, Kecamatan Klambu, Grobogan. Dengan cara dakwah yang lemah lembut, beliau berhasil mengajak warga setempat yang semula banyak berbuat maksiat untuk taubat dan masuk Islam.

Syekh Abdurrohman sendiri masuk ke Desa setempat sekitar tahun 1.800-an. Beliau berasal dari Desa Undaan, Kudus. Ketika itu, Syekh Abdurrohman ingin sekali melihat lihat desa yang berdekatan dengan desanya. Ketika masuk ke Desa Menawan, Kecamatan Klambu, beliau melihat banyaknya warga yang berbuat maksiat. Seperti, judi, adu ayam, hingga main perempuan. Kemudian dirinya berdakwah menyebarkan agama Islam.

Lewat jalan lemah lembut, Syekh Abdurrohman mulai mengajarkan agama Islam kepada para warga yang dijumpai. Alhasil banyak warga yang mulai meninggalkan kemaksiatan tersebut dan mulai mengikuti ajaran yang disampaikan.

Ahmad Barul Hasan, Juru Kunci Makam Syekh Abdurrohman mengatakan, beliau merupakan tokoh ulama yang pertama kali menyebarkan Islam di Desa Menawan.  Ketika itu warga desa setempat banyak beragama Hindu dan Budha. Kemudian diajak masuk agama Islam dengan jalan ajaran lemah lembut.

”Dulu penyebaran Islam di Desa Menawan belum sebesar sekarang. Ketika itu, Syekh Abdurrohman  menyebarkan Islam banyak pertentangan. Kemudian beliau menyisiatinya dengan menyebarkannya tanpa paksaan,” kata dia.

Menurutnya saat mengajarkan Islam, Syekh Abdurrohman tidak memaksa individu atau masyarakatnya untuk beragama Islam. Dimana di didalam penyebarannya beliau membebaskan masyarakatnya untuk bebas beragama. ”Hingga sekarang banyak warga beragama Islam di Desa Menawan,” ujarnya.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia