Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Khidmatnya Pengambilan Api Dharma Tri Waisak dari Mrapen

18 Mei 2019, 11: 22: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

NYALA BERSAMA: Sejumlah pengurus Walubi Jateng, pimpinan bhiksu, dan forkompimda, menyalakan obor secara bersaman di Api Abadi Mrapen, Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Grobogan, kemarin.

NYALA BERSAMA: Sejumlah pengurus Walubi Jateng, pimpinan bhiksu, dan forkompimda, menyalakan obor secara bersaman di Api Abadi Mrapen, Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Grobogan, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Pengambilan Api Dharma Tri Waisak 2563BE/2019 diambilkan dari Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, kemarin. Sebelum pengambilan api, enam majelis Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) melakukan ritual doa.

Pengambilan api dilakukan perwakilan dari para sangha, rohaniawan, dan para majelis agama Buddha dan Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI). Api tersebut akan disemayamkan di Candi Mendut sebelum akhirnya dibawa ke Candi Borobudur untuk melengkapi prosesi acara puncak perayaan Waisak pada Minggu (19/5) besok.

Usai pengambilan api dharma, api tersebut kemudian diserahkan kepada petugas pembawa api yang selanjutnya dibawa dengan mobil pikap menuju Candi Mendut Magelang. Rutenya Kecamatan Gubug, Tegowanu, Karangawen, Mranggen, Semarang, Ungaran, Ambarawa, dan Magelang. Sesampainya di Candi Mendut, kemudian diserahkan kepada bhiku/bhiksu sangha.

AKAN DIARAK: Ketua panitia pengambilan Api Dharma Tanto Sugito Darsono menyalakan obor di atas mobil yang akan disakralkan di Candi Mendut dalam perayaan Waisak.

AKAN DIARAK: Ketua panitia pengambilan Api Dharma Tanto Sugito Darsono menyalakan obor di atas mobil yang akan disakralkan di Candi Mendut dalam perayaan Waisak. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Agar api tetap menyala dalam perjalanan dari Mrapen ke Mendut, panitia menyiapkan beberapa lampu minyak tanah yang telah disulut Api Abadi Mrapen. Api dharma yang bersumber dari Api Abadi Mrapen merupakan lambang yang memancarkan cahaya gemerlapan dan memberikan semangat menembus ketidaktahuan dalam kehidupan. Api selanjutnya dibawa ke Candi Borobudur di Magelang.

”Api adalah sumber kehidupan. Kita berdoa tidak hanya untuk kaum buddhis, tetapi juga untuk bangsa Indonesia agar jaya, maju, dan terang jalan sesuai denga arti itu sendiri,” kata Ketua Panitia Pengambilan Api Abadi Tanto Sugito Harsono.

Dikatakan, api merupakan lambang semangat dan dijadikan sebagai sarana peribadatan ritual umat Buddha yang senantiasa melahirkan pencerahan dan penyadaran dalam kehidupan. Walubi berupaya menjadikan kebersamaan dan kerukunan hidup beragama yang dilandasi oleh cinta kasih dan welas asih menjadi rangkaian seluruh aktivitas Buddha Dharma di Indonesia.

”Kami harapkan dengan Waisak tahun ini, bisa lebih maju menuju kehidupan lebih baik,” harapnya.

Tanto menambahkan, makna api sendiri merupakan suatu semangat penerangan. ”Dengan api saat malam hari bisa terang. Tanpa api makan tidak enak, karena tidak dipanaskan,” imbuhnya.

(ks/mun/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia