Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Sakit Hati, Suwarno Tega Bacok Tiga Saudaranya Pakai Parang dan Golok

18 Mei 2019, 10: 50: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

SYOK: Suami korban pembacokan, Suwono tidak menduga kakaknya tega membacok tiga anggota keluarganya. Diduga pelaku melakukan pembacokan karena sakit hati.   

SYOK: Suami korban pembacokan, Suwono tidak menduga kakaknya tega membacok tiga anggota keluarganya. Diduga pelaku melakukan pembacokan karena sakit hati.   (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Motif pembacokan yang dilakukan Suwarno, 54, warga RT 2/RW 9, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara, terhadap adik ipar dan dua keponakannya diduga karena sakit hati. Hal ini berdasarkan pendalaman terhadap keterangan saksi dan pelaku kepada aparat kepolisian.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman didampingi Kasatreskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibawa menjelaskan, pelaku merasa tidak diperhatikan saat sakit. Diketahui pelaku memiliki riwayat penyakit hernia. Bahkan harus menjalani operasi. ”Pelaku merasa tidak diperhatikan saat sakit,” katanya kemarin.

Dari keterangan, pelaku juga merasa akan diracun oleh korban. Namun pelaku tidak menjelaskan darimana informasi tersebut ia dapatkan. Atas dasar rasa sakit hati itu, pelaku malakukan tindak kekerasan kepada korban tersebut.

”Dari keterangan saksi, diketahui pelaku memiliki sifat mudah marah. Namun di sisi lain juga rajin ibadah,” paparnya.

Sementara itu, Suwono, suami korban Dukanah yang juga adik kandung Suwarno menjelasakan, kakaknya tersebut pernah serumah dengan korban. Bahkan, kebutuhan hidupnya ditanggung keluarga korban.

Pelaku belum memiliki istri hingga berusia 54 tahun. Pembacokan itu pun tidak pernah ia duga. Lantaran kakaknya tersebut pernah hidup bersama dalam satu rumah. Namun tega melakukan pembacokan kepada Dukanah dan dua anaknya.

”Iya, dia itu kakak saya. Dulu dua tahun pernah hidup di rumah ini. Tapi sekarang sudah tinggal di rumah sebelah," kata Suwono.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir pelaku menunjukkan gelagat tidak senang. Selain melotot, Suwono juga menyebut kakaknya beberapa kali marah-marah dan menantang dirinya. Namun dirinya tidak pernah terbersit jika sampai akhirnya kakaknya membacok istri dan dua anaknya.

Suwono bercerita, Suwarno pernah tinggal di rumahnya. Dia juga mengaku tak tahu motif di balik aksi kejamnya. Selain Dukanah ada dua korban lainnya, Tivi Rejekia, 23, dan Syukurul Wuafi, 29. Ketiga korban saat ini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong.

”Tidak ada masalah, wong dua tahun pernah saya rawat. Kadang makan di warung, saya yang membayar. Dia (pelaku, Red) tidak punya siapa-siapa," katanya.

Dia juga mengatakan, tidak melihat gelagat aneh selain pelaku yang sering marah-marah. Hanya, pelaku kerapkali datang ke sumur sambil menutup tubuhnya dengan sarung. Sumur itu ada di sekitar rumah korban. Oleh warga setempat sumur tua itu dianggap angker.

Yang sering melihat adalah Tivi Rejekiah, anak perempuan Suwono. Tengah malam pernah melihat Suwarno bergumam tidak jelas sambil jongkok di pinggir sumur. Sementara sarung yang dipakai digunakan menutup tubuhnya mulai dari kepala hingga kaki.

Kejadian itu diceritakan kepada Suwono. Suatu malam Suwono mendapati kakaknya melakukan hal yang sama seperti yang diceritakan anak perempuannya. Saat ditanya sedang apa, kakaknya hanya menjawab singkat. ”Tidak ada apa-apa,” kata Suwono menirukan jawaban kakaknya.

Usai tepergok Suwono saat berada di dekat sumur itu, malam berikutnya Suwarno tidak pernah lagi mengulangi kejadian itu. ”Iya, sering ke sumur keramat kemulan sarung," tandasnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia