Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Dendam karena Perempuan, Nelayan Asal Juwana Dipedang, 3 Orang DPO

18 Mei 2019, 10: 37: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDANG UNTUK BACOK: Polisi menunjukkan barang bukti pedang dan Kiswoyo, tersangka kasus pembacokan (menghadap tembok) di Desa Growong Kidul, Juwana, Pati di Mapolsek Juwana kemarin.

PEDANG UNTUK BACOK: Polisi menunjukkan barang bukti pedang dan Kiswoyo, tersangka kasus pembacokan (menghadap tembok) di Desa Growong Kidul, Juwana, Pati di Mapolsek Juwana kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pembacokan yang dilakukan Kiswoyo, 26, dan tiga temannya terhadap Andi Fibriyanto, 26, warga Kecamatan Juwana terungkap kemarin. Tersangka utama yang membacok korban, Kiswoyo ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Juwana di Tlogorejo, Semarang, kemarin (17/5) pagi.

Kasus ini, terjadi Senin (13/5) lalu. Mulanya, Minggu (12/5) pukul 23.00 korban dan teman-temannya sedang nongkrong di kos milik saudaranya, Susilo di Desa Growong Kidul, Juwana, Pati. Hingg Senin (13/5) pukul 03.00 hanya tersisa korban dan temannya, Maskuri, 18, di kos tersebut.

Ketika masih nongkrong di kos, tiba-tiba datang tersangka dan tiga pelaku lainnya yang kini masih buron mengendarai sepeda motor. Mereka langsung turun dan memukuli korban berkali-kali. Hingga tersangka membacok korban menggunakan pedang sepanjang 80 sentimeter.

Beruntung korban menunduk, sehingga terkena punggungnya. Jika tidak, pedang itu bisa mengenai kepala korban.

Setelah membacok, para pelaku pergi dan korban dibawa ke RS Budi Agung Juwana. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Juwana pada Senin (13/5) pukul 22.30. Setelah mendapatkan laporan, Kanit Reskrim Polsek Juwana IPTU Ali Mashuri dan petugas lainnya melakukan penyelidikan.

”Kami meminta keterangan para saksi tentang identitas pelaku. Personel kami mengecek keberadaan pelaku. Tadi pagi (kemarin, Red) pukul 05.00 Tim Reskrim menangkap tersangka utama di salah satu kos di wilayah Tlogosari, Semarang, dalam pelariannya. Tersangka langsung kami bawa ke mapolsek,” kata Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiyono.

Berdasarkan keterangan tersangka, pembacokan itu didasari karena dendam lama masalah perempuan. Selain itu, korban diduga melempari kos salah satu pelaku yang masih menjadi daftar pencarian orang (DPO). Sehingga para pelaku geram terhadap korban dan nekat melakukan aksi tersebut. Ketiga pelaku yang masih DPO yakni ER, DB, dan A.

Sementara itu, korban yang mengalami luka bacok di punggung, kini sedang pemulihan dan keluar dari rumah sakit. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dijerat dengan Pasal 170 KUH Pidana karena bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang. Ancamannya pidana dengan hukuman penjara maksimal lima tahun.

(ks/lin/put/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia