Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Features
M. Ilham Ramdani, Juara Kriya Anyam FLS2N SD

Latihan Belasan Kali, Mampu Membuat Beragam Perkakas

18 Mei 2019, 10: 00: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNJUKKAN: Muhammad Ilham saat menunjukkan karyanya bersama kepala sekolah (kanan) dan pembimbingnya (kiri).  

TUNJUKKAN: Muhammad Ilham saat menunjukkan karyanya bersama kepala sekolah (kanan) dan pembimbingnya (kiri).   (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

Muhammad Ilham Ramdani berhasil juara I Kriya Anyam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 tingkat Kabupaten Jepara April lalu. Hanya berbekal latihan sebelum pelaksanaan lomba, dia mampu membuat beragam perkakas dari bambu. Kini Ilham bersiap ke lomba lanjutan tingkat provinsi.

FEMI NOVIYANTI, Jepara

MUHAMMAD Ilham Ramdani tidak terlahir di desa sentra anyaman. Dia terlahir di kampung nelayan di Desa Jambu, Mlonggo. Sebuah kampung yang jauh dari pemandangan harian aktivitas membuat perkakas bambu.

Pelajar kelas 5 SD Negeri 9 Jambu ini juga sebelumnya sama sekali tidak pernah berlatih menganyam. Jelang lomba dia hanya berlatih. Akhirnya dia mampu membuktikan. Bisa menjadi terbaik.

Dalam keseharian, Ilham hampir selalu mengisi waktu luang untuk menyalurkan hobinya, bermain sepakbola. Bahkan setelah menjadi juara pun, dia tetap layaknya anak-anak lain. Masih asyik dengan dunia bermain.

Mengenai lomba yang diikutinya, pelajar berusia 12 tahun ini mengatakan, dia ditunjuk untuk maju pada FLS2N tingkat kabupaten yang berlangsung 4 April 2019 di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. ”Dalam kesempatan itu, saya membuat wadah multiguna berbahan bambu dengan bentuk oval,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Apa yang dibuatnya sesuai ketentuan lomba yang mengharuskan bahan bakunya dari bambu. Dalam waktu empat jam, Ilham mampu menyelesaikan anyaman wadah multiguna itu, termasuk tutupnya.

Tahapan yang dilalui terhitung sulit dan beragam. Mulai dari menyiapkan iratan bambu, membuat lima bagian anyaman dengan teknik berbeda, merangkai bagian-bagian anyaman, menyiapkan beberapa blengker dan memasangnya di posisi masing-masing. Hingga njejet yaitu mengikat blengker dengan anyaman.

Karyanya berhasil unggul dan menempatkannya sebagai juara I karena dinilai memiliki teknik paling sulit dibanding seluruh peserta lain. Hasil anyamannya juga sangat rapi.

Sementara itu guru pendamping Etty Noor Laila mengatakan, sebelum memutuskan mengirim Ilham Ramdani, sekolah telah melakukan seleksi. Masing-masing kelas mengirim siswa untuk dilatih bersama. Dalam beberapa kali latihan yang dibimbing pelatih dari luar sekolah, kemampuan Ilham paling menonjol. ”Sebelum wadah multiguna, dia membuat perkakas berbentuk guci pada lomba tingkat kecamatan. Dia menjadi juara I sehingga mewakili kecamatan Mlonggo ke tingkat kabupaten,” katanya.

Beberapa perkakas yang juga dibuat Ilham seperti vas dan wadah bentuk lain, dipajang di etalase sekolah yang berada di ruang guru. Kini Ilham dipersiapkan ke lomba lanjutan tingkat provinsi. ”Harus membuat produk kriya anyam yang memiliki nilai fungsi dan nilai estetika dengan ukuran panjang 40 sentimeter, lebar 40 sentimeter dan tinggi 40 sentimeter. Diperkirakan lomba di tingkat provinsi akan berlangsung Juli mendatang,” imbuhnya. (*/zen)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia