Rabu, 26 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Selama di Tahanan KPK, Bupati Marzuqi Jadi Imam Tarawih dan Isi Kultum

17 Mei 2019, 14: 23: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

SANTAI: Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengenakan rompi tahanan KPK keluar dari gedung Merah Putih usai menjalani pemeriksaan dugaan suap kepada Hakim PN Semarang Lasito terkait praperadilan kasus banpol.

SANTAI: Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengenakan rompi tahanan KPK keluar dari gedung Merah Putih usai menjalani pemeriksaan dugaan suap kepada Hakim PN Semarang Lasito terkait praperadilan kasus banpol. (FREDIK TARIGAN/JAWA POS)

Share this      

JAKARTA – Keluarga besar Ahmad Marzuqi akhirnya bisa bertemu dengan Marzuqi di Rumah Tahanan Negara Klas I Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Timur, kemarin. Mereka, istri, anak, menantu, dan cucu.

Diberitakan sebelumnya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pukul 15.30 Senin (13/5). Dia mengenakan rompi oranye setelah diperiksa KPK selama hampir lima jam. Marzuqi ditahan atas dugaan kasus suap hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang terkait perkara praperadilan kasus penyelewengan dana bantuan politik (banpol) PPP pada 2011-2013.

Kasus ini, bermula adanya dugaan penyelewengan danan bantuan Parpol kepada DPC PPP Kabupaten Jepara dari APBD Jepara Tahun Anggaran 2011-2012 senilai Rp 149 juta. Bupati murah senyum ini diduga menyuap Lasito dengan uang senilai Rp 700 juta. Uang itu dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dalam rupiah senilai Rp 500 juta dan sisanya Rp 200 juta dalam bentuk dolar Amerika Serikat.

Melalui pertemuan keluarga itu wartawan koran ini mendapatkan info dari anak mantu Marzuqi, Haizul Maarif, jika Marzuqi menjadi imam salat tarawih selama di tahanan. Selain menjadi imam tarawih, ia juga mengisi kajian tausyiah kuliah tujuh menit (kultum) di depan tahanan KPK. Entah atas perintah dan inisiatif siapa, Marzuqi didapuk menjadi imam salat dan mengisi kultum.

“Kami tidak tahu siapa yang menunjuk beliau. Dari cerita bapak, selama di tahanan jadi imam dan isi kultum. Semoga ini menjadi amal baik yang senantiasa mendapat rida dari Allah,” kata menantunya, Haizul Maarif kemarin.

Kesempatan besuk itu dimanfaatkan keluarga melepas kangen. Setidaknya ada delapan anggota keluarga yang diizinkan bertemu. Namun tidak diperkenankan membawa kamera, handphone, sandal, dan tas ke dalam ruang besuk. Sehingga tidak bisa mengabadikan momen langka itu.

Sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 keluarga menghabiskan waktu untuk saling bercerita. Alquran kecil juga tak lupa dibawakan untuk Marzuqi. Karena digunakan untuk menghafal Alquran selama di sana. “Bapak pernah berpesan untuk membawakan Alquran kecil,” ujarnya.

Selain itu juga keluarga membawakan, pakaian ganti, parfum, dan obat-obatan. Menurutnya, kondisi Marzuqi terlihat bugar, sehat, dan tetap segar. Banyak melempar senyum. Tidak menunjukkan kesedihan. “Kalau pagi beliau isi dengan tenis untuk menjaga kebugaran,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri jam besuk, Marzuqi berpesan kepada keluarga untuk tidak mengkhawatirkan dirinya selama di tahanan. Ia mengatakan, selama ditahanan tidak ada kendala berarti. “Tidak usah memikirkan saya. Saya tenang di sini,” kata Haiz menirukan pesan Marzuqi.

Rencananya, keluarga akan menemani Marzuqi selama di Jakarta hingga Idul Fitri H+2. Selain mengawal proses hukum yang terus berlanjut, juga bagian dari bentuk dukungan moral kepada Marzuqi.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia