Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Gelar PPDB, Sekolah Verifikasi Berkas Pendaftaran

17 Mei 2019, 11: 24: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

DIVERIFIKASI: Pendaftar PPDB SMA diverifikasi petugas sekolah.

DIVERIFIKASI: Pendaftar PPDB SMA diverifikasi petugas sekolah. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK berbeda dengan tahun lalu. Pada PPDB 2019 ini, siswa terlebih dulu membawa berkas untuk diverifikasi ke sekolah tujuan. Setelah diverifikasi dan diberikan akun, siswa baru bisa mendaftar secara online.

Kasi SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Hariyanto menjelaskan persiapan PPDB seleksi PPDB dimulai dengan verifikasi berkas dan pengajuan akun pendaftaran 24-28 Juni ini. Calon siswa langsung datang ke sekolah yang dituju sesuai dengan zonasinya atau sekolah yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

Jika berkasnya sudah memenuhi, siswa diberikan akun sebagai password mendaftar secara online. Verifikasi tersebut membutuhan waktu lama. Setelah diverifikasi, selanjutnya calon siswa melakukan pendaftaran melalui online melalui akun yang diberikan atau mandiri di sekolah yang dituju pada 1-5 Juli mendatang.

“Pada PPDB tahun ini, diberlakukan tiga zona. Zona kedekatan sekolah 90 persen, prestasi lima persen, dan pindah tugas orangtua diberikan kuota lima persen. Sekolah harus menampung siswa yang berada di dekat sekolah. Nilai tak menentukan, sehingga yang dilihat jarak terdekat sesuai zonasi yang ditetapkan. Nilai berlaku untuk jalur prestasi yang ada di luar zonasi,” katanya.

Pada zonasi kedekatan, jika siswa tidak tertampung akan dicarikan sekolah terdekat yang ada di luar zonasi dengan aplikasi yang telah dibuat. Sehingga siswa tidak akan khawatir harus cabut berkas.

Kecuali semua sekolah sudah terpenuhi kuotanya. Siswa sudah tidak bisa mendaftar. Untuk itu, pihaknya meminta siswa segera mendaftar.

Hariyanto menambahkan, PPDB jalur miskin melalui SKTM tahun ini sudah dihapus karena banyak kecurangan yang dilakukan calon siswa. Meskipun sudah tidak ada jalur khusus itu, SKTM baru bisa digunakan setelah siswa diterima di sekolah. Jika dulu digunakan pada saat pendaftaran, sekarang digunakan kalau siswa lolos PPDB.

“Siswa kurang mampu yang sudah diterima di SMA, bisa menunjukkan SKTM untuk keringanan biaya pendidikan. Pihak sekolah akan memverifikasi SKTM ke rumah siswa. Jika memang benar merupakan siswa kurang mampu, maka bisa dibebaskan biaya pendidikannya,” tuturnya.

(ks/him/put/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia