Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Demi Bangku Sang Anak, Wali Murid Rela Antre Daftar Sekolah Dari Subuh

16 Mei 2019, 15: 06: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGULAR: Sejumlah anak-anak SD didampingi orang tua antre mendaftar sekolah di SMPN 2 Rembang kemarin. Mereka rela datang subuh demi dapat daftar di sekolah favorit.

MENGULAR: Sejumlah anak-anak SD didampingi orang tua antre mendaftar sekolah di SMPN 2 Rembang kemarin. Mereka rela datang subuh demi dapat daftar di sekolah favorit. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Guru dan pendaftar sekolah rela antre mendaftar di beberapa sekolah favorit di Rembang kemarin. Mereka antre sejak subuh. Tujuannya agar dapat jatah masuk di sekolah yang dipilih. Padahal wilayah Rembang telah menerapkan sistem zonasi dalam  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Salah satu antrean pendaftaran sekolah sejak subuh terjadi di SMPN 2 Rembang dan SMPN 1 Rembang. Di sekolah itu antrean terjadi sejak pukul 05.30. Gerbang sekolah belum dibuka. Namun calon siswa dan orang tua telah rela menunggu di gerbang sekolah. Padahal PPDB SMP dibuka secara resmi pukul 08.00 pagi. Dan berlangsung sampai tiga hari ke depan.

Sekolah lain yang diburu siswa dan orang tuanya di SMPN 3 Rembang dan SMPN 5 Rembang. Kepala Sekolah SMPN 2 Rembang Nur Hasan menyampaikan animo pendaftar di sekolahnya di hari pertama cukup besar. Calon siswa dan orang tua datang subuh. Meskipun sekolah mempunyai aturan tersendiri.

”Orang tua tidak mengurutkan. Namun dari sekolah yang mengurutkan pendaftar berdasarkan antrean mereka di loket. Loket ada empat, berdasarkan zona A dan zona B. Prestasi dan mutasi,” ungkapnya kepada koran ini kemarin (15/5).

Menurutnya sistem penerimaan ditentukan berdasarkan skor. Misalnya yang masuk zona A skor mulai 100 sampai 25. Begitupun untuk zona B skornya separo. Sehingga tidak mungkin mengalahkan yang berada di zona A.

Adapun zonasi yang menetapkan dinas pendidikan kabupaten setempat. Sehingga sekolah hanya menerima. Tentunya sesuai Permendikbud 51 tahun 2018 dari jalur zonasi, pemindahan dan prestasi.

”Kalau nilai sekarang tidak digunakan. Jalur berprestasi stakeholder di SMPN 2 Rembang tetap berusaha terus untuk mempertahankan. Caranya setelah mereka masuk diadakan tes psikologi atau lainnya. Gunanya untuk pemetaan,” kiatnya.

Ditambahkan SMPN 2 Rembang membuka kouta 288 anak. Dengan jumlah sembilan rombel (rombongan belajar). Sesuai ketentuan yang diterima zonasi sebesar 90 persen, pemindahan lima persen dan prestasi lima persen.

Kepala Sekolah SMPN 1 Rembang Isti Choma Wati mengaku antusias calon siswa yang mendaftarkan diri di sekolahnya besar. Terbukti pukul 05.30 pagi hari sudah banyak calon siswa dan orang tua di lokasi.

”Mereka sabar meskipun PPDB dibuka pukul 08.00. Karena mereka berkeinginan sekolah di SMPN 1 Rembang. Baik calon siswa ataupun orang tua,” katanya.

Di sekolahnya dikatakannya membuka sembilan rombel. Satu kelas kapasitas siswanya sebanyak 32 orang. Sehingga total 288 siswa. Dengan ketentuan yang diterima berdasarkan zonasi, mutasi, dan prestasi.

Jika melihat aturan ini untuk jalur zonasi ada peluang 260 kursi. Untuk diperebutkan beberapa SD dan wilayah yang diatur pemkab. Tentunya yang masuk di zona wilayah kecamatan, sebab tahun ini tidak ada bonus domisili.

 ”Kami contohkan depan sekolah kami Pantiharjo. Biasanya anak-anak sekolahnya di SMPN 1 Rembang, meskipun masuknya Kecamatan Kaliori. Karena zona kecamatan, tentunya masuknya di zona yang ditentukan,” tuturnya.

Praktis ini menjadi kendala tersendiri bagi siswa. Misalnya dari segi transportasi ataupun jarak tempuh jelas berpengaruh. Namun kembali lagi sudah menjadi aturan. Kebijakan harus tetap dijalankan. 

(ks/zen/noe/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia