Minggu, 21 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Makam KH Abdul Qohar Jadi Tujuan Peziarah yang Punya Hajat Tertentu

16 Mei 2019, 10: 30: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBANGUN APIK: Makam KH Abdul Kohar atau Sunan Ngampel dibuatkan cungkup permanen oleh masyarakat di Desa Ngampel, Kecamatan Kota, Blora.

DIBANGUN APIK: Makam KH Abdul Kohar atau Sunan Ngampel dibuatkan cungkup permanen oleh masyarakat di Desa Ngampel, Kecamatan Kota, Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

HINGGA saat ini makam Syeh Abdul Qohar banyak dikunjungi peziarah yang mencari ketenangan jiwa. Mulai dari terlilit hutang, jual beli hingga hajat besar. Tak jarang peziarah rela melakukan aktifitas ziarahnya hingga 41 Jumat berturut-turut.

Ketua RT Setempat, Mbah Aliin mengaku, sering dimintai tolong para peziarah yang kerap memiliki hajat tertentu. Mulai bayar hutang, jual beli, keluarga, sakit dan lainnya. Hingga kemarin, doanya diijabah Allah. Dikabulkan doanya.

”Biasanya Dzikir Surat Al Ikhlas 1.000 kali. Tergantung siapa yang mengantarkan untuk ziarah ke Syeh Abdul Qohar,” terangnya.

Bahkan tidak jarang, dia harus menemani para peziarah hingga tengah malam untuk membantu berdoa. Pernah juga datang peziarah satu keluarga dan minta bantuannya. ”Biasanya kalau mau ziarah telepon dulu. Bahkan ada yang 13 bus dan lainnya,” ucapnya.

Pernah suatu ketika dia ditawari sayuran. Setelah diiyakan dia diberi dua ekor kambing. Selanjutnya dimasak dan diberikan kepada siapa saja yang mau. Tak hanya itu, pernah suatu ketika dia diminta cari kambing yang paling besar oleh seseorang. Setelah itu dipotong di rumahnya dan kembali dibagikan kepada para peziarah. ”Kejadian seperti itu sering. Tidak satu dua kali,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sebelum tahun 2000, haul peringatan tahunan Syekh Abdul Qohar dilaksanakan dalam satu hari. Namun semenjak tahun 2002, haul dilaksanakan dalam empat hari. Dengan iringan banyak kegiatan keagamaan. ”Ini mengisyaratkan bahwa animo masyarakat dalam mengenang Syekh Abdul Qohar sangatlah besar. Sebagai penyebar Islam di Blora, juga sebagai bangsawan pengembara,” imbuhnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia