Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Blora
KH Abdul Kohar, Penyebar Islam di Ngampel

Babat Alas untuk Dirikan Masjid dan Pesantren

16 Mei 2019, 10: 05: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

MAKAM KELUARGA: Selain KH Abdul Kohar, di sekitarnya juga terdapat makam keluarga beliau.

MAKAM KELUARGA: Selain KH Abdul Kohar, di sekitarnya juga terdapat makam keluarga beliau. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

JEJAK dakwah KH Abdul Kohar atau Sunan Ngampel hingga kini masih bisa dirasakan oleh masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kota, Blora. Peninggalan beliau berupa masjid dan pondok pesantren.

Siapa yang tidak kenal dengan KH Abdul Kohar. Putra kedua dari tiga bersaudara keturunan dari Kasultanan Demak. Yiatu dari garis Joko Tingkir yang dikenal sakti mandraguna. KH Abdul Qohar mempunyai dua saudara. Yaitu Ki Ageng Mruwut Tuban dan Waliyyulah Kiai Abdullah Mutamaqin Kajen, Tayu, Pati.

KH Abdul Kohar juga dikenal sebagai penyebar agama di Desa Ngampel, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Letaknya, sekitar 10 kilomter dari pusat Kota Blora. Yaitu arah Blora-Rembang. Hingga akhir hayatnya beliau dimakamkan di desa tersebut bersama keluarganya.

Keberadaan KH Abdul Qohar di Desa Ngampel memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Blora. Untuk itu, setiap tanggal 15 Suro selalu diadakan ziarah kubur. Selain itu, hingga sekarang, makam Sunan Ngampel Blora tidak pernah sepi. Makam ini ramai didatangi peziarah baik dari Blora maupun luar kota.

Ketua RT setempat, Mbah Aliin mengaku, semasa hidupnya, KH Abdul Kohar selalu mengembara untuk mencari ilmu dan menyebarkan Agama Islam. Dimana dalam perjalanannya bertemu dengan Kiai Noor Feqich. Selanjutnya dia disarankan agar menetap dan menyiarkan agama Islam.

Akhirnya, KH Abdul Kohar bertempat tinggal di Desa Ngampel. Pertama babat hutan. Mendirikan masjid, pondok pesantren, dan sebagainya. KH Abdul Kohar akhirnya meninggal dan dimakamkan di Ngampel.

”Tiap malam jumat ramai. Hari-hari biasa juga ada. Hampir tiap malam. Ada yang dari Blora, Grobogan, Rembang, Jepara, dan lainnya. Mereka mencari wasilah untuk ketenangan batin. Alhamdulillah kebanyakan dikabulkan Allah,” terangnya.

 Tahun 2001 kawasan makam Sunan Ngampel mulai diperbaiki dan dibangun. Selanjutnya  dimuliakan oleh Bupati Blora yaitu Basuki Widodo pada tahun 2002. Hal itu dibuktikan dengan ukiran kayu di tiang sebelum masuk makam KH Abdul Qohar.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia