Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Memberi Tak Boleh Riya

16 Mei 2019, 09: 58: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

Dr. Fifi Nofiaturrahmah, M.Pd.I.; Kaprodi S2 MPI IAIN Kudus

Dr. Fifi Nofiaturrahmah, M.Pd.I.; Kaprodi S2 MPI IAIN Kudus (dok pribadi)

DI BULAN yang penuh keberkahan ini mengingatkan kita bahwa tidak semua orang seberuntung kita, maka berilah 2,5 persen hak mereka. Namun sebaiknya jika kita memberi sesuatu kepada orang lain tidak perlu disebarluaskan. Cukup tangan kanan memberi tanpa diketahui tangan kiri. Memberi yang baik adalah memberi tanpa diungkit, tanpa harus diingat-ingat. Kadang kita sebagai manusia sering sekali ingin menampakkan sisi baik sehingga kita lupa bahwa memberi cukup Allah SWT yang tahu agar tidak timbul rasa riya. Pemberian tidak seberapa namun eksisnya luar biasa. Memberi anak yatim satu kali bercerita kepada orang-orang berkali-kali.

Saat kita memberi sesuatu mungkin saja kita ingin mengabadikan momen agar apa yang kita lakukan bisa ditiru oleh orang lain. Namun sebaiknya jangan dibiasakan memberi sesuatu harus diberitahukan ke orang lain apalagi sampai menyombongkan diri, karena yang berhak sombong adalah Allah SWT. Jika kau mampu memberi itu karena Allah SWT menitipkan harta itu kepadamu. Sebagai manusia kita terkadang lupa bahwa kita hanya hamba Allah yang diberi amanah untuk menjalankan hidup. Menjalankan hidup sebagai si kaya yang harusnya bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Namun terkadang manusia lupa karena terlena oleh harta maka dia sering melihat ke atas, melihat ada orang yang lebih kaya sehingga dia ingin terus memperkaya dirinya. Sebaiknya saat kau berada di atas maka kau harus melihat ke bawah, agar tak terjatuh ke dalam kesombongan dan ketamakan. Memberi orang yang tidak mampu dan yatim piatu adalah suatu keharusan, untuk membersihkan harta yang telah kita dapatkan. Hidup itu bagai roda pedati kadang berada di atas dan kadang berada dibawah. Suatu saat bisa jadi kita yang berada diatas berpindah ke bawah, maka hidup itu harus bisa memberi manfaat kepada orang lain.

Kenapa saya menyarankan untuk tidak sering-sering menampakkan jika kita memberi, karena saat memberi dan terbersit dalam hati ingin dipuji maka akan mengurangi pahala ibadah kita. Belajarlah memberi tanpa mengharapkan apapun dari manusia, belajarlah memberi tanpa berharap agar harus langsung diganti yang lebih banyak dari Allah, memberilah dengan ikhlas dan tidak perlu kau ungkit pemberianmu, apalagi sampai menghina orang yang sudah kau beri. Memberi dengan ikhlas akan membuat ibadahmu lebih diterima Allah SWT. Maka kita harus belajar memberi tanpa harus diketahui orang banyak. Tangan kanan memberi tangan kiri sebaiknya tidak tahu. Semoga kita semua terhindar dari sifat riya dan sombong. Amin. Selamat memberi kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitarnya. Berilah sesuatu yang baik dan layak untuk mereka. Semoga amal kita diterima oleh Allah SWT. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia