Minggu, 18 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Petugas Gabungan Amankan Puluhan Gelondong Kayu Jati Curian

15 Mei 2019, 15: 58: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

AMANKAN: Petugas Perhutani saat menurunkan puluhan kayu hasil curian di Mapolres Blora kemarin.

AMANKAN: Petugas Perhutani saat menurunkan puluhan kayu hasil curian di Mapolres Blora kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Petugas gabungan dari Satreskrim Polres Blora bersama Perhutani KPH Cepu berhasil mengamankan 45 batang gelondong kayu jati curian. Semuanya diamankan dari pekarangan rumah warga di Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Blora, kemarin (14/5).

Selanjutnya puluhan gelondong kayu tersebut diamankan di Mapolres Blora. Pelakunya masih dilakukan penyelidikan. Sebab hingga kemarin identitas pelaku belum diketahui.

Kapolres Blora AKBP Kasatreskrim Polres Blora, AKP Herry Dwi Utomo mengatakan, pengamanan barang bukti 45 kayu glondongan jati tersebut berkat adanya informasi dari warga. Selanjutnya petugas mendatangi lokasi dan mendapatkan 45 kayu jati masih berbentuk gelondongan tergeletak di pekarangan rumah warga.

“Ini informasi dari masyarakat. Ternyata benar, di Desa Cabak, pinggir kali tepatnya, kami amankan kayu ilegal sebanyak 45 kayu jati gelondongan berbagai ukuran,” terangnya di Mapolres Blora.

Rata-rata puluhan kayu tersebut berdiameter 30 sentimeter. Dengan panjang antara 1,5 meter sampai 2,5 meter. Lumayan besar. Semuanya diambil dari dua tempat. “Untuk pelaku masih kami dalami dan kembangkan. Kami masih kumpulkan minimal dua alat bukti untuk mengejar pelaku. Identitasnya juga belum diketahui,” terangnya.

Sementara itu, Wakil ADM Perhutani Cepu Mughni mengaku, puluhan kayu tersebut dari kawasan hutan. Hal itu dibuktikan dari bentuk kayu dan warna kayunya. “Untuk petak masih dikembangkan. Banyak petaknya ini,” terangnya.

Dia memastikan, kayu tersebut dari akwasna hutan. “Yang pasti dari bentuknya saya yakin tidak ada kayu diperkampungan seperti ini. Dari kampung itu kecil dan warna kayu juga lebih terang dan memudar. Tidak seperti ini kalau dari perkampungan,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan dua kali penangkapan. Namun beda lokasi. Hanya beda jarak sekitar 100 meteran. “Ini semacam jaringan. Dan akan dikembangkan,” tegasnya.

Menurutnya, puluha kayu tersebut tidak diambil sekaligus. Namun bertahap. Kayu tersebut tebilang baru.Sekitar satu mingunan. “Satu, dua dan tiga batang. Selanjutnya dikumpulkan,” ucapnya.

Untuk harga per kubiknya, ditaksir mencapai Rp 10 juta. Sehingga total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 50 juta.

(ks/sub/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia