Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Elemen Masyarakat Blora Ramai-Ramai Tolak People Power

15 Mei 2019, 15: 45: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

KH  Basri, seorang tokoh agama Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora.

KH  Basri, seorang tokoh agama Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora. (dok pribadi)

JEPON – Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Blora menolak adanya isu dan gerakan people power. Salah satunya adalah di Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon Blora.

KH  Basri, salah satu tokoh agama Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora menyatakan, untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia serta kerukunan umat beragama usai pemilu serentak 2019 harus bergandengan tangan, dan jangan mau dipecah belah. “Mari kita bersatu kembali untuk membangun negara ini. Meski yang tadinya beda pilihan namun kita harus tetap satu,” terangnya.

Dia juga mengimbau kepada semua warga Kecamatan Jepon untuk tidak ikut-ikutan gerakan people power. Ini demi persatuan dan kesatuan bangsa. “Apapun hasil dari keputusan KPU, kita harus menghormati dengan lapang dada dan legowo. Semua sudah diatur Allah SWT. Mari guyub rukun, saling bergandengan tangan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Bersama-sama menjaga hubungan antar sesama, masyarakat dan siapapun juga,” terangnya.

Laki-laki yang biasa megisi pengajian ini juga mengajak masyarakat untuk tidak ikut-ikutan dalam kegiatan tersebut. “Mumpung bulan puasa, mari habiskan momen istimewa ini dengan beribadah kepada Allah dan terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Khususnya masyarakat Jepon ini,” tegasnya.

Begitu juga dengan Ketua MUI KH Ali Muhdor yang juga pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Banjarejo, Blora mengaku, menolak seruan pihak-pihak tertentu untuk melakukan gerakan people power terkait hasil Pemilu Pileg dan Pilpres 2019. “Gerakan tersebut dapat memecah belah kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu dengan tegas kami MUI Blora menolaknya,” terangnya.

Dia juga mendukung penuh kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga negara penyelenggara Pemilu 2019 sesuai amanah Undang-Undang. “Pemilu 2019 telah usai, meskipun berbeda pilihan, namun masyarakat harus tetap bersatu menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah usai pemilu ini. Siapa pun pemimpinnya, kita harus mendukung. Semoga dapat mengemban amanah rakyat dan mampu membawa bangsa Indonesia lebih baik,” terangnya.

Hal senada disampaikan Rommo Kepala Paroki Gereja St. Pius Blora Agustinus Eko Wiyono. Dia selaku pemuka agama Katolik merasakan di Kabupaten Blora aman dan nyaman. Karena itu pihaknya minta kepada rakyat dan umat untuk tetap jaga persatuan dan kesatuan. “Tidak perlu mengikuti gerakan people power yang tak bermanfaat bagi kepentingan umum. Kami semua sepakat untuk mengembangkan rasa kebaikan dan kedamaian kasih Tuhan untuk seluruh umat,” pintanya. 

(ks/sub/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia