Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

SMAN 1 Purwodadi Sukses Pertahankan Juara III Liga E-Sport Nasional

15 Mei 2019, 15: 26: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

JUARA BERTAHAN: Siswa SMAN 1 Purwodadi kembali menjadi juara III dalam kejuaraan JD.ID HSL atau Liga E-Sport SMA tingkat nasional.

JUARA BERTAHAN: Siswa SMAN 1 Purwodadi kembali menjadi juara III dalam kejuaraan JD.ID HSL atau Liga E-Sport SMA tingkat nasional. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Tim dari  SMAN 1 Purwodadi kembali berhasil mendapatkan juara III dalam turnamen HSL se-Indonesia (Liga E-sport SMA se-Indonesia). Tim MLBB SMAN 1 Purwodadi terdiri lima siswa. Yaitu Kholid Wicaksono (XI), Adi Satriyo (XI), Misbahul Munir (XII), Khun Halim Aditya (X), Sefala Febfifa Luhamana (X), dan Navi Ghani Akbar (X).

Kepala SMAN 1 Purwodadi Aris Supriyadi mengatakan, lima siswa yang menjadi juara III tingkat nasional yang digelar JD ID tersebut telah melewati rangkaian babak kualifikasi. Babak itu digelar pada bulan April lalu yang diikuti 162 tim sekolah se-Indonesia. SMAN 1 Purwodadi mampu masuk semifinal bersama tiga peserta lainnya.

Juara I diperoleh SMA Bhetel Kosambi dari Jakarta dan juara II SMAN Negara dari Bali. Sedangkan juara III SMAN 1 Purwodadi. ”Alhamdulilah SMAN 1 Purwodadi berhasil kembali menjadi juara III nasional. Saya berharap untuk kejuaraan ke depan bisa mendapatkan juara I,” kata Aris.

Atas prestasi yang didapat, tim MLBB SMAN 1 Purwodadi mendapatkan piala, tropi dan uang hadiah sebesar Rp 10 juta. Prestasi tersebut selaras dengan slogan rujukan dan sekolah Adiwiyata yang tahun ini maju ke tingkat nasional.

”Prestasi ini menambah poin sebagai sekolah rujuan dan sekolah Adiwiyata yang tahun maju ke tingkat nasional. Kami juga menjadikan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan,” terang dia.

 Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi atas kreativitas siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap sekolah. Sehingga bisa meningkatkan inovasi dan talenta. Dimana kejuaraan tersebut membutuhkan kebersamaan kekompakan yang solid.

”Saya berpesan agar siswa tetap kerja sama yang baik. Ini adalah komitmen bersama yang bersifat kolektif. Tunjukkan integritas peserta. Kami senang jadi juara III bertahan dan harapan kami dapat meningkat,” tandasnya.

Adi Satriyo salah satu siswa mengaku senang dengan kejuaraan game ini. Dirinya mulai menggeluti game karena suka game online dan kerja sama tim. Hal itu, agar bisa mengalahkan tim dari lawan.

”Kami latihan secara bersama ketika libur sekolah. Biasanya latihan di rumah teman tim yang punya internet. Karena permainan membutuhkan sinyal internet kuat,” ujarnya.

Dalam permainan satu tim bisa mengalahkan lawan dalam waktu 10 menit. Namun, saat babak penyisihan final butuh waktu 20 menit. Meski demikian, permainan membutuhkan nyali mental dan kekompakan dari tim sendiri. ”Yang jelas kami harus kompak dalam tim,” ujarnya yang didampingi guru pendamping Feri Hermawan.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia