Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Usai Penahanan Bupati, Wabup Surati Gubernur dan Kumpulkan Kepala OPD

15 Mei 2019, 14: 57: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

GANTIKAN TUGAS BUPATI: Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menghadiri acara safari Ramadan di Kejari Jepara kemarin malam mewakili Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

GANTIKAN TUGAS BUPATI: Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menghadiri acara safari Ramadan di Kejari Jepara kemarin malam mewakili Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

JEPARA - Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengambil alih sementara tugas sebagai kepala daerah. Hal ini menyusul penahanan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (13/5) lalu.

Tugas yang selama ini dijalankan bupati, akan menjadi tanggung jawabnya. Andi -sapaan akrabnya- menyampaikan, pihaknya telah melaporkan kondisi Jepara kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Senin (13/5) petang. Sesuai undang-undang, secara otomatis wakil kepala daerah yang menjalankan tugas bupati sampai surat penugasan dari gubernur turun.

Andi menyebut, berdasarkan Pasal 65 Ayat 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dinyatakan bahwa jika bupati ditahan karena kasus hukum, maka otomatis wakil bupati yang menjalankan tugas dan wewenang bupati.

”Hari ini (kemarin, Red) secara resmi kami layangkan surat kepada gubernur. Dalam sehari dua hari harapannya ada petunjuk dari provinsi sebagai dasar tugas ke depan,” katanya kemarin.

Sementara itu, setelah adanya penahanan bupati, aktivitas pemerintahan di Pemkab Jepara tetap terpantau berjalan sebagaimana hari-hari biasa. Andi juga langsung mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan pimpinan organisai perangkat daerah (OPD) hingga BUMD di Ruang Sosrokartono kemarin pagi. ”Kami sudah rapat koordinasi dengan pimpinan perangkat daerah agar tetap menjalankan tugasnya masing-masing,” kata Andi.

Ia mengungkapkan keprihatinannya terkait apa yang dialami Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Meskipun demikian, wabup berharap kepada aparatur sipil negara (ASN) tetap bekerja dengan baik. Pelayanan masyarakat jangan sampai terhenti dan harus terus berjalan.

”Apalagi menjelang Lebaran, kondisi di daerah sangat dimungkinkan ada perubahan-perubahan. Terutama terkait ekonomi, keamanan, dan banyak hal-hal lain. Tetap menjalankan tugas dan fungsi pokok masing-masing," tuturnya.

Menurut Andi, sebelum memenuhi panggilan KPK, Ahmad Marzuqi sempat bertemu dengannya. Yakni membicarakan terkait kemungkinan Marzuqi menjalani pemeriksaan di Jakarta.

”Jika nanti saya tidak kembali ke Jepara, maka tugas yang selama ini kita emban bersama, tentu Pak Andi yang harus menjalankan sesuai dengan rasa kebersamaan. Sebagaimana tugas yang kita emban bersama selama ini," ujar Andi menirukan pesan yang disampaikan Marzuqi kepadanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, tak ada aktivitas di ruang kerja bupati kemarin. Sementara di sebelah ruang kerja bupati terdapat ruang kerja wakil bupati. Usai mengumpulkan kepala perangkat daerah di Ruang Sosrokartono di ruang kerja wakil bupati juga diagendakan koordinasi dengan jajaran Forkopimda Jepara.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia