Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Ditahan KPK, Ini Kronologis Kasus yang Menjerat Bupati Jepara

15 Mei 2019, 14: 48: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

Ditahan KPK, Ini Kronologis Kasus yang Menjerat Bupati Jepara

JEPARA – Peran pengacara Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada kasus penyuapan hakim Lasito belum ada keterangan jelas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat rekonstruksi akhir tahun lalu, kuasa hukum Marzuqi, Ahmad Hadi P Ahmad Hadi Prayitno dengan jelas memberikan sejumlah uang kepada hakim Lasito.

Sejak konferensi pers KPK mulai penetapan tersangka hingga penahanan Marzuqi memang tidak disebutkan proses pengacara yang melakukan transaksi pemberian uang kepada hakim. Namun, pihak Marzuqi melalui orang terdekatnya mengatakan pemberian itu di luar sepengetahuan bupati Jepara dua periode itu. Hanya, saat proses pengajuan praperadilan Marzuqi memberikan sejumlah uang sejumlah Rp 700 juta kepada tim kuasa hukumnya. Namun, uang itu untuk operasional kuasa hukum selama praperadilan.

”Itu uang untuk operasional pengacara. Tidak ada perintah memberikan hadiah atau suap yang disangkakan selama ini,” kata orang tedekat Marzuqi yang enggan dikorankan namanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Hal ini juga senada dengan pernyataan Marzuqi usai ruang kerjanya di geledah KPK akhir tahun lalu. Ahmad Marzuqi mengaku tak mengenal hakim tersebut. Ia tidak memerintahkan kuasa hukumnya untuk memberikan suap kepada hakim yang menangani praperadilan yang diajukannya itu.

”Saya tidak pernah bertemu (hakim Lasito). Saya tidak kenal siapa hakimnya. Tahu-tahu kasus ini mencuat," katanya saat itu.

Menurut orang terdekat Marzuqi, pengakuan itu sudah tercantum pada berita acara pemeriksaan KPK. Saat ini kuasa hukum Marzuqi yang baru ditunjuk pekan lalu intens mengawal proses hukum ke depan. ”Biar nanti fakta-fakta di lapangan terungkap di persidangan,” katanya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, pada 20 Desember 2018 lalu, KPK menggelar rekonstruksi dugaan perkara tindak pidana suap ini. Rekonstruksi dilakukan di empat titik sekitar satu jam.

Rekontruksi kali pertama terjadi di ruang bagian hukum yang terletak di lantai II gedung pengadilan bagian hukum di pimpin panitera Ali Noer Yahya. Kemudian berlanjut ke Pusat Bantuan Hukum (Posbakum) yang sebelumnya merupakan ruang hakim.

Selanjutnya, adegan berlangsung di halaman parkir pengadilan. Di lokasi itu menggambarkan pertemuan antara hakim Lasito dengan pengacara Ahmad Hadi Prayitno. Dia merupakan salah satu penasihat hukum Ahmad Marzuqi saat praperadilan.

Kemudian, Lasito masuk ke dalam mobil. Disusul oleh Ahmad Hadi Prayitno untuk menyerahkan uang kepada Hakim Lasito. Uang tersebut, kemudian ditempatkan oleh hakim Lasito ke dalam kotak kardus bandeng presto putih dan dibungkus koran. Sesudah Ahmad Hadi memberikan uang kepada Hakim Lasito, hakim tunggal yang memimpin perkara praperadilan Marzuqi itu, keluar dari mobil dan kembali ke ruangan hakim.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia