Sabtu, 19 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Densus 88 Bekuk Terduga Teroris di Grobogan dan Kudus

15 Mei 2019, 14: 33: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

TERTUTUP: Kepala Desa Godong Zainal Arifin saat berada di rumah kontrakan terduga teroris Ahmad Hafid yang diamankan tim Densus 88 di Desa/Kecamatan Godong kemarin.

TERTUTUP: Kepala Desa Godong Zainal Arifin saat berada di rumah kontrakan terduga teroris Ahmad Hafid yang diamankan tim Densus 88 di Desa/Kecamatan Godong kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri kembali menangkap sejumlah orang yang dicurigai teroris. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebutkan, setidaknya ada delapan orang yang telah ditangkap oleh Densus 88 Mabes Polri.

”Ada penegakan hukum terhadap kasus terorisme yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri. Ada sekitar delapan tersangka yang ditangkap Densus 88," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah kemarin.

Terkait nama-nama yang ditangkap oleh Densus 88 tersebut, Rycko belum bersedia membeberkan. Pihaknya hanya menyampaikan, sejumlah orang itu ditangkap seluruhnya di wilayah hukum Polda Jateng pada hari yang sama, kemarin.

DITANGKAP: terduga teroris Ahmad Hafi ditangkap densus 88 di rumah kontrakan Desa Godong kemarin.

DITANGKAP: terduga teroris Ahmad Hafi ditangkap densus 88 di rumah kontrakan Desa Godong kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

”Di berapa tempat. Ada di Kudus, Grobogan, Sragen, dan Magelang. Paling banyak di Magelang," bebernya.

Rycko mengatakan, penangkapan dilakukan langsung oleh petugas Densus 88 Mabes. Sedangkan langkah yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah hanya memberikan back up. ”Dua hari lalu sudah ada koordinasi dengan Polda Jawa Tengah," katanya.

Setelah ada penangkapan, saat ini delapan terduga teroris ini masih diperiksa oleh petugas Densus 88 untuk pengembangan. ”Dalam waktu tujuh hari ini akan dilakukan pemeriksaan oleh Densus di Polda Jateng. Untuk menentukan apakah yang bersangkutan akan terbukti atau tidak," jelasnya. ”Nanti kemungkinan akan bisa bertambah lagi," imbuhnya.

Di Grobogan, dua orang terduga teroris diamankan di Kabupaten Grobogan oleh tim Densus 88 antiteror di tempat berbeda. Satu warga terduga teroris Agus Wawan diamankan di Jambangan, Kecamatan Wirosari, dan Ahmad Hafid diamankan rumah kontrakannya di Desa/Kecamatan Godong. Kedua orang itu diamankan pada kemarin sekitar pukul 04.30.

Kepala Desa Godong Zainal Arifin mengatakan, informasi yang diterima koran ini dari warga, penangkapan Ahmad Hafid dilakukan usai Salat Subuh dari Masjid Muhammadiyah Bugel. Ketika perjalanan pulang masuk ke gang kontrakan rumah, dia ditangkap satu tim Densus 88 menggunakan mobil.

”Ahmad Hafid ditangkap usai Salat Subuh dan mau masuk gang. Setelah ditangkap langsung dibawa pergi,” kata Zaenal Arifin ketika sedang berada di depan kontrakan Ahmad Hafid kemarin.

Akibat kejadian itu, rumah milik Nur Kholik di RT 2/RW 3, Desa/Kecamatan Godong, yang menjadi kontrakan Ahmad Hafid ramai. Warga berbondong-bondong ingin mengetahui keadaan usai penangkapan. Ahmad Hafid sendiri, sudah enam bulan lalu ngontrak di rumah Nur Kholik. Pria satu anak itu tinggal bersama istrinya. Dia bekerja serabutan dan servis alat elektronik.

”Setiap hari orangnya biasa. Sering ikut kumpulan RT, kampung, dan pengajian. Saya kaget ketika ditangkap oleh Densus 88,” ujarnya.

Menurutnya, setiap hari tidak ada tingkah laku yang mencurigakan dari Ahmad Hafid.  Dia tercatat sebagai warga asal RT 8/RW 4, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang. Sedangkan istrinya tercatat sebagai warga asal Karanganyar, Tawangmangu.

”Usai penangkapan Ahmad Hafid, istri dan anaknya yang berusia sembilan bulan masih di dalam rumah kontrakan. Tetapi setelah ada tim Inavis dari Polres Grobogan mereka dibawa pergi untuk diamankan,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agus Supriyadi Siswanto belum memberikan keterangan tentang adanya penangkapan teroris dari tim Densus 88. Pihaknya meminta untuk konfirmasi ke Kapolsek Godong karena lokasi ada di Godong.

Sedangkan di Kudus, terduga teroris yang ditangkap bernama Abad, 23, warga RT 7/RW 3, Desa Prambatan Lor, Kaliwungu. Dia diciduk sekitar pukul 06.15 kemarin di rumahnya sendiri.

Menurut keterangan AM, tetangga korban, Abad merupakan sosok yang jarang bersosialisasi. Begitu juga dengan keluarganya, memang jarang srawung. Saat ini dia memiliki usaha jualan online ikan hias.

”Dia (Abad, Red) pernah mondok selama tiga tahun. Tapi pondoknya mana saya kurang tahu. Tapi saya pernah dengan di pondok itu, dia pernah menjadi guru. Dia baru sekitar dua tahun ini pulang kampung dan saat ini jualan ikan hias secara online,” terangnya.

Pengamatan Jawa Pos Radar Kudus, usai penangkapan itu, tadi malam rumah Abad terlihat masih seperti biasa. Lampunya hidup dan pintu rumah terbuka. Namun memang sepi. Hanya ada kakak iparnya yang terlihat duduk di teras. Sementara kondisi sekitar rumah itu sepi.

(ks/mun/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia