Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Jelang Lebaran, Jalan Nasional di Kudus Berlubang dan Bergelombang

15 Mei 2019, 11: 20: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH BERLUBANG: Salah satu ruas jalan lingkar selatan yang berada di Desa Gulang, Mejobo, Kudus masih terlihat berlubang.

MASIH BERLUBANG: Salah satu ruas jalan lingkar selatan yang berada di Desa Gulang, Mejobo, Kudus masih terlihat berlubang. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Ruas jalan Lingkar Ngembal Kulon, Jati, Kudus sampai ruas jalan perempatan Tanjung Karang, Jati, Kudus, masih dijumpai beberapa titik lubang. Terutama lubang disela-sela beton. Padahal jalan tersebut masuk kedalam kategori jalan nasional yang nantinya akan digunakan sebagai jalur mudik.

Salah satu lubang mulai ditemui di sebelah selatan taman Ngembal. Terus ke arah selatan tampak beberapa lubang sudah ditambal. Itu terlihat dari aspal jalan yang terlihat masih baru. Jalan juga tampak bergelombang. Tak khayal terdapat beberapa papan himbauan jalan berlubang yang sudah dipasang di beberapa titik jalan.

Satu lubang yang cukup terlihat cukup besar berada di RT 1 RW 6, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Menurut seorang warga pembuat patok kavling yang sedang bekerja di sekitar jalan, Kasmin mengaku, sudah lama berlubang. ”Kalau yang di seberang itu lubangnya sudah cukup lama,” terangnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Sugiono yang berprofesi sebagai satpam di seberang jalan berlubang itu. Menurutnya jalan berlubang di seberang kantornya belum ditambal. ”Kalau jalan di Desa Gulang sini belum. Tetapi kalau daerah Pyaman ke timur sampai Polsek Mejobo sudah ditambal,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Binamarga Tata Bangunan dan Drainase PUPR Kudus Harry Wibowo mengatakan jalan tersebut merupakan jalan nasional. ”Itu kewenangan jalan nasional,” tandasnya.

Senada, Kasi Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus Umi Feriyanti mengutarakan hal yang sama. ”Kalau jalan Lingkar Ngembal Rejo Kudus itu merupakan jalan Nasional sehingga yang berwenang itu BPPJN 7,” jelas Umi.

Meski begitu, Harry juga menyebut, beberapa jalan di perkotaan masih perlu diaspal. Misalnya beberapa lubang di daerah perkotaan seperti di jalan Ahmad Yani. Saat ini pihaknya masih dalam tahapan memberi tanda pilok. Dia juga mengakui jalan Ahmad Yani baru ditambal.

Terkait kembali berlubang bisa disebabkan karena saat melakukan penambalan cuaca sedang tidak mendukung. Pun dengan pengaruh drainase di sekitar jalan tersebut. ”Untuk yang kemarin jalan di Mejobo kan sudah. Sedangkan jalan Ahmad Yani mungkin dalam waktu dekat,” imbuhnya. (vga)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia