alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Peziarah Makam Mbah Sambu Datang dari Berbagai Daerah dan Mancanegara

15 Mei 2019, 09: 45: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

KHUSYU: Salah seorang peziarah memanjatkan doa di sebelah makam Sayyid Abdurrahman Basayaiban (Mbah Sambu).

KHUSYU: Salah seorang peziarah memanjatkan doa di sebelah makam Sayyid Abdurrahman Basayaiban (Mbah Sambu). (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

SEJAK tahun 1999, berbagai kegiatan untuk memperingati haul Sayyid Abdurrahman Basayaiban digelar secara besar-besaran. Hal itu pun membuktikan bahwa sosok yang akrab disapa Mbah Sambu itu memang memiliki pengaruh besar di masa lalu.

Sejumlah kegiatan yang memakan biaya besar pun digelar selama beberapa hari di sekitar tanggal 14 Dzulhijjah. Mulai dari khotmil Quran, tahlil masyayih, gema salawat, pengajian umum,  karnaval, khitanan masal, hingga prosesi pemberangkatan dan pemulangan haji.

Dalam setiap agenda tersebut, semua biaya murni dari pengelolaan wakaf produktif. Selain itu, untuk konsumsi makanan, ada kontribusi sukarela dari berbagai desa di Lasem. ”Ada 75-an yang menegikuti prosesi pemberangkatan umrah dari Lasem dan Pancur dengan tiga gelombang,” terang Abdullah Hamid, pengelola Masjid Jami’ Lasem kemarin.

Peziarah pun datang dari berbagai daerah. Meskipun umumnya dari Jatim dan Jateng, namun juga terdapat peziarah dari Jabar, Jakarta, Lampung, Sumatra Selatan, Kalimantan, bahkan Malaysia. Peziarah yang datang pun tidak bisa diprediksi paling banyak siang atau malam, karena bergantung jadwal rute ziarah Wali Songo.

Mengenai peziarah, di luar bulan Ramadan, jumlahnya minimal ada satu sampai dua bus yang menyambangi makam Mbah Sambu. Sedangkan di hari haulnya, jumlahnya pada tahun lalu bahkan mencapai 71 bus. ”Khusus pertengahan Sya’ban hari biasa rata-rata 12 bus,” tambah dia. 

(ks/ful/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia