Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Sebelum Dipanggil KPK, Marzuqi Sempat Pamitan ke Pegawai Pemkab

14 Mei 2019, 14: 39: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

SEBELUM DIPERIKSA KPK: Pemred Jawa Pos Radar Kudus Zainal Abidin (kanan) bersalaman dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, kemarin.

SEBELUM DIPERIKSA KPK: Pemred Jawa Pos Radar Kudus Zainal Abidin (kanan) bersalaman dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, kemarin. (RADAR KUDUS PHOTO)

JEPARA - Kabar pemeriksaan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi oleh KPK kemarin sudah diketahui pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Sebab, dalam sepekan terakhir Marzuqi berpamitan kepada sejumlah pejabat dan pegawai di Pemkab Jepara.

Dari informasi yang berkembang di lingkungan Setda Jepara, orang nomor 1 di Kota Ukir ini, sudah menyampaikan dirinya akan menjalani pemeriksaan di KPK lagi. Pekan lalu di ruang peringgitan Pendapa Kabupaten Jepara, Ahmad Marzuqi juga menyampaikan permohonan maaf kepada pejabat dan pegawai yang ada di lokasi.

”Beliau mohon doa agar semua proses yang sedang berjalan diberi kemudahan,” kata salah satu pegawai Setda Jepara yang enggan disebut namanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

NORMAL: Aktivitas pelayanan di Pemkab jepara kemarin berjalan normal kemarin. Sebelum diperiksa KPK Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sempat berpamitan dengan pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Jepara

NORMAL: Aktivitas pelayanan di Pemkab jepara kemarin berjalan normal kemarin. Sebelum diperiksa KPK Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sempat berpamitan dengan pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Jepara (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Saat ada agenda di dinas-dinas tertenut, Marzuqi juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan kepada pegawai setingkat staf. Saat bertemu secara langsung ia menyampaikan permohonan maaf.

”Mungkin beliau merasa kesempatan bertemu dengan jajarannya ada di pekan kemarin saja. Saat agenda kedinasan juga sekalian menyampaikan hal itu (permohonan maaf, Red) dengan pegawai,” ujar pegawai lain.

Saat menjalani pemeriksaan di markas lembaga antirasuah Jakarta kemarin, apel pagi yang biasa dipimpin Marzuqi diambil alih Sekda Jepara Edy Sujatmiko. Usai apel, aktivitas pelayanan di lingkungan Setda Jepara berjalan normal. Di lorong gedung Setda Jepara pegawai berjalan dari satu ruangan ke ruangan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Edy menyampaikan, pihaknya menjalankan tugas pemerintahan sesuai dengan prosedur yang ada. Baik saat bupati sedang di tempat atau sedang dinas luar. Bahkan, saat menjalani proses hukum seperti kemarin.

”Kami menjalankan (tugas kedinasan) sesuai dengan koridor regulasi. Semua bisa disikapi dengan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Jika tidak ada bupati, surat-surat masuk yang menjadi kewenangan pimpinan daerah didisposisikan ke Wakil Bupati Dian Kristiandi. Sedangkan terkait surat kedinasan yang menjadi kewenangan sekda akan diteruskan kepadanya. Hal ini juga berlaku pada agenda tugas kedinasan. Yang seharusnya dihadiri bupati diwakilkan wakil bupati.

”Dari apa yang terjadi saat ini terkait Pak Bupati, kami masih menunggu perkembangan selanjutnya,” tandasnya.

Terpisah, M Choirul Anam, salah satu anak Marzuqi berharap kasus yang menimpa ayahnya segera tuntas. Ia pun memohon doa agar diberi kesehatan dalam menjalani proses hukum saat ini. ”Semoga tetap sehat lahir batin,” harapnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia