Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Khawatir Kehabisan Formulir PPDB SD, Orang Tua Rela Antre Usai Tarawih

14 Mei 2019, 14: 12: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

ANIMO TINGGI: Panitia PPDB di SDN Kutoharjo IV Rembang menunjukan daftar antrean orang tua yang mendaftarkan anaknya sekolah kemarin.

ANIMO TINGGI: Panitia PPDB di SDN Kutoharjo IV Rembang menunjukan daftar antrean orang tua yang mendaftarkan anaknya sekolah kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang sekolah dasar (SD) dibuka mulai kemarin. Animo hari pertama cukup besar. Hal ini terlihat sejumlah orang tua yang sudah antre sejak malam hari usai Salat Tarawih. Hal ini terjadi di sejumlah sekolah Rembang Kota.

Seperti yang terlihat di SDN Kutoharjo IV Rembang. Sejumlah orang tua secara inisiatif membuat antrean urut pendaftaran. Hal ini dilakukan secara spontan. Mereka khawatir tidak kebagian blangko pendaftaran yang disediakan sekolah.

Sampai pukul 22.00 Minggu malam sudah ada 53 siswa yang daftar. Walaupun sudah jelas dalam pengumuman PPDB baru dibuka Senin pukul 07.00, orang tua siswa tetap rela antre sejak malam.

Jumaryati, guru kelas IV SD Kutoharjo IV Rembang sekaligus panitia PPDB membenarkan antusiasme pendaftar di sekolahnya cukup besar. Orang tua rela antre usai Salat Tarawih, dengan menyiapkan persyaratan secara pribadi.

”Orang tua ada yang mendaftar dengan membawa map usai Salat Tarawih. Lalu ditumpuk di meja pendaftaran untuk diseleksi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Hal ini murni karena animo besar dari orang tua, karena khawatir kehabisan formulir. Bukan instruksi dari sekolah. Meski sebenarnya PPDB dibuka sampai tiga hari. ”Alasan orang tua khawatir kehabisan formulir. Sekolah kami hanya menyediakan 100 formulir untuk PPDB tahun ini,” terangnya.

Namun yang pasti dalam PPDB tetap dilakukan seleksi. Utamanya dari sisi umur tepat 1 Juli berusia enam tahun. Kemudian yang diterima masuk akan diranking berdasarkan umur teratas. ”Kebetulan di sini (SD Kutoharjo IV, Red) ada dua rombel (rombongan belajar). Tentu ini akan diprioritaskan umur dan zonasi wilayah,” jelasnya.

Ririn Suprapti, salah satu orang tua mengaku mendaftarkan anaknya sejak pagi hari usai Subuh. Kebetulan rumahnya dekat dengan SDN Kutoharjo. Dari sisi usia anaknya juga memenuhi ketentuan.

Terpisah, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang M Basroh menyampaikan, PPDB SD berlangsung tiga hari. Mulai 13 sampai 15 Mei. Total ada 374 sekolah yang membuka PPDB. ”Ketentuan satu rombel diisi 28 siswa,” katanya.

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia