Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Features
Tiara Rizki Amalia, Pengusaha Travel

Bermula Sering Dampingi Suami Riset ke Luar Negeri

14 Mei 2019, 10: 30: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

HOBI JALAN-JALAN: Tiara Rizki Amalia saat berada di Taj Majal, India.

HOBI JALAN-JALAN: Tiara Rizki Amalia saat berada di Taj Majal, India. (DOK PRIBADI)

Share this      

Menjadi istri seorang dosen, membuat Tiara Rizki Amalia kerap mengikuti berbagai kegiatan suaminya. Bahkan, di saat suaminya kerap diminta melakukan penelitian ke luar negeri. Tiara dengan hobi menulisnya justru memiliki kesempatan mengabadikan setiap perjalanannya di luar negeri.

INTAN M SABRINA, Grobogan

MENJADI seorang istri, Tiara Rizki Amalia selalu mendukung dan memiliki andil besar dalam memutuskan setiap yang akan dilakukan suaminya. Berawal dari sang suami, Benny Sumardiana yang merupakan dosen di salah satu universitas negeri di Semarang banyak mendapatkan tugas ke luar negeri. Tujuannya, untuk kepentingan penelitian maupun pendampingan mahasiswanya dalam berkegiatan di luar negeri.

Dalam beberapa kesempatan, kampus tersebut juga kerap mengirim mahasiswa keluar negeri dalam jumlah yang cukup banyak. Bahkan, pernah pada suatu kesempatan rombongan yang dibawa mencapai 40 mahasiswa. Biasanya, mahasiswa itu melakukan trip ke Singapura, Jepang, dan Tiongkok.

Merasa mendapatkan pengalaman dari kegiatan mendampingi mahasiswa tersebut. Benny pun mengajak Tiara membaca peluang bisnis. Merasa mampu, mereka pun membuka usaha di dunia trip wisata luar negeri.

Ide itu tercetus kali pertama pada awal 2017 lalu. Saat itu, mereka membawa rombongan 40 orang ke Singapura. Dirasa sukses, mereka pun langsung membuat nama travel agent Jalan Senang.

”Kepikiran nama ”Jalan Senang” karena terlintas begitu saja. Jalan senang sendiri muncul berawal dari komitmen kami dalam mengeksplor berbagai tempat wisata yang melintasi batas negara dengan cara-cara yang sederhana nan menyenangkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, filosofi dari nama tersebut berupa harapan bahwa trip mereka akan selalu menyenangkan. Begitu juga dengan member trip yang akan mendapatkan perjalanan juga ikut senang.

Modal pertama dalam membuka bisnis ini, bisa terbentuk karena Tiara dan suaminya memiliki passion yang sama dalam bertualang ke tempat-tempat baru. Terutama ke luar negeri. Awalnya, mereka pun tidak memikirkan profit dalam mengawali bisnis ini.

”Bagi kami ada kawan baru yang bisa menemani trip kami saja sudah cukup menyenangkan. Kemudian modal berikutnya adalah pengetahuan akan seluk-beluk negara yang akan dituju dan tentunya kemampuan bahasa asing yang terus kami asah,” ujar perempuan kelahiran Grobogan, 4 September 1993 ini.

Saat ini, dia pun mengaku masih terus mempelajari seluk beluk pembelian tiket pesawat. Juga tanggal penting wisata yang menentukan sibuk atau tidaknya negara tujuan yang tentunya akan mengakibatkan biaya tinggi. Mereka juga mempelajari hotel-hotel yang akan digunakan, agar dapat menentukan hotel terbaik dengan fasilitas hebat, harga terjangkau, serta posisi strategis.

Ketika Tiara turut memutuskan dalam mengembangkan bisnis wisata ke luar negeri ini, awalnya dia menyadari jika bisnisnya bukanlah yang pertama dan satu-satunya. Sehingga dia berusaha merebut hati pasar yang menjadi sasarannya.

Berbagai tantangan dihadapi. Tantangan utama yang paling sering muncul seperti pola pikir masyarakat yang kerap merasa wisata ke luar negeri pasti berbiaya mahal. Padahal tidak sepenuhnya demikian.

”Berbagai strategi kami keluarkan saat itu. Dari strategi tertentu seperti pemahaman wisata ke luar negeri lebih murah dari wisata di dalam negeri. Sehingga upaya kami hingga saat ini, justru dengan mengedukasi masyarakat wisata luar negeri murah dan menyenangkan,” kata alumni SMPN 3 Purwodadi ini.

Tak sampai di situ, kali pertama muncul, Tiara berusaha mencitrakan diri sebagai traveler professional dengan banyak referensi. ”Saya berusaha meyakinkan konsumen bahwa kami tidak sekadar berbicara tentang bisnis, tapi juga ingin menunjukan bahwa kami sangat menguasai medan dan seluk beluk tempat yang menjadi destinasi wisata,” ujar perempuan asal Dusun Karangasem, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Grobogan, ini.

Tiara bersama suami mulai kerap berkunjung ke negara-negara tujuan trip terlebih dulu. Hal ini untuk mengenal lebih dalam, sehingga bisa menceritakan ke konsumen. Mulailah Tiara merekrut dua orang yang membantu selama perjalanan di luar negeri. Sampai kini travel agent-nya memiliki lima sampai 10 guide freelancer.

”Saat itu saya yang gencar melakukan promosi. Kebetulan saya juga memiliki hobi menulis. Saya mencoba mencurahkan segala perjalanan saya di blog saat itu. Dapat respon bagus dari teman. Lumayan berhasil menarik konsumen saat itu,” ungkap alumni Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini.

Kini berkat kegigihannya, bisnisnya yang hanya bermula mengeksplor Singapura, dalam kurun waktu dua tahun telah berhasil mengeksplor 21 kota di 10 negara.

 Sepuluh negara tersebut, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Filipina, Jepang, Tiongkok, India, dan Srilanka.

Tiara juga memiliki pengalaman tak mengenakkan ketika membawa rombongan. ”Saat penerbangan pulang salah satu trip, ada permasalahan dengan tiket kami. Nah, akhirnya kami harus membelikan tiket baru untuk konsumen dengan total harga hampir Rp 8 juta,” kenangnya.

Dia juga memiliki kejadian unik. Di mana ia bersama timnya pernah kelimpungan karena ada satu anggota rombongan yang kesurupan di hotel. Karena tidak ada satupun anggota rombongan yang secara spiritual memiliki kemampuan menyembuhkan, akhirnya berdoa semampu mereka.

”Alhamdulillah dengan pertolongan Allah anggota trip kami tersebut sembuh dengan sendirinya. Tapi ya agak horor kalau ada kejadian serupa,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia