Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Tokoh Agama di Jepara Sepakat Tolak Gerakan People Power

14 Mei 2019, 10: 09: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

DOA BERSAMA: Kapolres Jepara dan tokoh agama menggelar doa bersama belum lama ini. Para tokoh agama sepakat menolak ajakan gerakan people power akhir-akhir ini.

DOA BERSAMA: Kapolres Jepara dan tokoh agama menggelar doa bersama belum lama ini. Para tokoh agama sepakat menolak ajakan gerakan people power akhir-akhir ini. (POLRES FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Para tokoh agama di Jepara sepakat menyatakan penolakan terhadap ajakan people power berkaitan dengan memanasnya situasi politik pascapilpres 2019. Seruan people power tersebut diklaim sebagai upaya mengecam dugaan kecurangan selama pelaksanaan pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, sejumlah tokoh agama seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jepara, KH. Masyhudi; Ketua PC NU Jepara KH. Hayatun Abdullah Hadziq; dan Ketua PD Muhammadiyah Jepara, KH. Fachrurrozi sepakat menjaga perdamaian dan persatuan umat pascapilpres 2019 di wilayah Jepara khususnya.

“People power ini dipertanyakan karena sebelumnya ada pernyataan siap kalah dan siap menang. Pernyataan ini harusnya diugemi, dan dipatuhi semua pihak,” kata Ketua MUI Jepara Masyhudi, Senin (13/5).

Ia menambahkan tidak sepantasnya dan gerakan inkonstitusional ini dilaksanakan. Selayaknya kepada seluruh pihak pendukung pasangan capres-cawapres untuk bersedia menunggu dan menerima hasil yang diputuskan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua PD Muhammadiyah Jepara, KH. Fachrurrozi, mengimbau kepada warga Muhammadiyah dan umat islam di Jepara untuk menahan diri. Hal ini berkaitan dengan menyikapi gesekan yang sempat terjadi selama pilpres bulan lalu. Termasuk munculnya ajakan people power dari beberapa kalangan. Pihaknya secara tegas menolak.

“Masyarakat harus bersatu menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah usai pemilu ini. Siapa pun pemimpinnya, kita harus mendukung, semoga dapat membawa bangsa ini lebih maju,”imbuhnya.

Hal senada juga disampikan Ketua PC NU Jepara KH. Hayatun Abdullah Hadziq. Masalah people power, menurutnya masyarakat sudah bijak menyikapi. Proses yang sudah baik dikawal sampai akhir. “Tidak perlu membuat kegaduhan di tengah suasan yang sudah kondusif ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman mengatakan proses pemilu serentak di Kabupaten Jepara berjalan lancar, aman, dan damai. Bahkan penghitungan suara mulai di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK), kabupaten hingga provinsi tidak ada kendala dan pertentangan.
"Alhamdulillah suasana cukup kondusif hingga pasca penghitungan rekapitulasi perolehan suara, sehingga hal tersebut menandakan masyarakat Jepara sangat dewasa dalam berdemokrasi," tuturnya.

(ks/war/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia