Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Tunggui Pleno KPU hingga Dini Hari

Bersama Kapolda, Pangdam, dan FKUB

13 Mei 2019, 09: 53: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

PLENO KPU: Gubernur Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, bersama kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro dan jajaran pimpinan parpol menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 di KPU Jateng Min

PLENO KPU: Gubernur Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, bersama kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro dan jajaran pimpinan parpol menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 di KPU Jateng Min (HUMAS PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

SEMARANG – Proses rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019 di Jateng telah usai. Hal itu ditandai dengan diketuknya palu persidangan rapat pleno terbuka oleh Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat di kantor KPU Jateng Minggu dini hari (12/5) kemarin.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan diri untuk menghadiri sidang pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019 di kantor KPU. Didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, dan jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng, Ganjar mengikuti proses penetapan hasil pemilu Jateng tersebut hingga selesai.

Ganjar bersama rombongan tiba di kantor KPU Jateng Jalan Veteran Kota Semarang pada pukul 24.00. Rombongan rela menunggu proses rekapitulasi yang baru selesai pada pukul 01.30. Usai mengikuti rapat pleno, Ganjar mengaku lega karena semua proses pemilu di Jateng berlangsung sukses dan aman.

”Saya terus memantau sejak awal. Laporan terus diberikan dan alhamdulillah sekarang sudah digedok. Semua berjalan relatif tidak ada yang ribut. Tidak ada yang ramai dan semua berjalan lancar. Mudah-mudahan ini jadi contoh berdemokrasi dengan adem, ayem, dan semua menerima dengan sikap yang ksatria," kata Ganjar.

Pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membuat proses pemilu di Jateng berjalan baik. Sejak awal, Ganjar bersama jajaran forkompimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Jateng sepakat untuk mengawal proses demokrasi ini.

”Kami turut berduka atas meninggalnya para pahlawan demokrasi yang sudah berjuang luar biasa. Kami memberikan perhatian pada mereka. Selain itu, terima kasih juga atas partisipan luar biasa, tidak hanya partainya tapi juga masyarakatnya," tambah dia.

Menanggapi isu tentang maraknya ketidakpercayaan masyarakat kepada KPU, Ganjar mengatakan, untuk menggunakan mekanisme yang ada. Jika seseorang melihat ada sesuatu yang tidak benar, sebenarnya tugasnya adalah menunjukkan ketidakbenarannya itu.

”Secara konstitusional semua sudah diatur. Kalau ada pelanggaran laporkan ke Gakkumdu. Kalau ada yang tidak terima dengan hasil ini, ada lembaga banding dan silakan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK)," tegasnya.

Ganjar menegaskan, cara-cara itulah yang paling baik dilakukan. Silakan masyarakat yang melihat ada kecurangan menyiapkan buktinya masing-masing. ”Dengan bukti yang disiapkan, maka semua berjalan lancar. Inilah kenapa konstitusi dan aturan itu dibuat, sehingga kita dalam berdemokrasi berada pada koridor yang benar. Mudah-mudahan damai semuanya," tutupnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat mengatakan, proses rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019 sudah digelar sejak Senin (6/5) lalu. Proses dilakukan secara marathon tanpa jeda. Hanya istirahat untuk salat dan buka puasa.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pemilu di Jateng. Semoga hasil malam ini (kemarin malam, Red) menjadi bukti bahwa pemilu di Jateng berkualitas serta bermartabat, aman, nyaman, dan kondusif," ucapnya.

Yulianto mengatakan, hasil pemilu di Jateng ini ia dedikasikan kepada seluruh masyarakat khususnya para petugas pemilu yang meninggal dunia. ”Pemilu ini kami dedikasikan kepada kawan-kawan kami yang telah meninggal dunia. Sampai hari ini, ada 97 petugas pemilu di Jateng yang gugur. Kami dalam posisi berduka, namun bagaimanapun proses ini harus tetap berjalan," tegasnya.

Usai proses penetapan rekapitulasi hasil pemilu, para peserta rapat pleno terbuka yang terdiri dari anggota KPU, Bawaslu, Forkompimda Jateng, dan para saksi mengikuti deklarasi damai. Deklarasi damai tersebut, dilakukan oleh FKUB Jateng yang dipimpin oleh Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji.

Di lain sisi, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, secara keseluruhan pelaksanaan pemilu di Jateng tahun ini berjalan damai, lancar, jujur, adil, dan demokratis. ”Sejak tahapan awal hingga akhir malam ini (kemarin malam, Red) semua berjalan kondusif. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada masyarakat yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan pemilu," kata dia.

Rycko menambahkan, hasil koordinasi dengan TNI/Polri dan KPU, hasil rekapitulasi surat suara Jateng akan dibawa ke KPU pusat pada Senin (13/5) pagi. ”Nantinya surat suara itu akan dikawal penuh oleh TNI/Polri sampai di titik akhir," pungkasnya.

Sementara itu, di Jawa Tengah, hasil perolehan suara calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan suara 16.825.511. Sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh hasil 4.944.447. Total suara yang masuk ke KPU Jateng sebanyak 22.376.472. Dari jumlah itu, 606.514 surat suara dinyatakan tidak sah. (lhr/ida)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia