Jumat, 23 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Astra Motor Jateng Gelar Sertifikasi Kompetensi 62 Guru SMK

11 Mei 2019, 12: 25: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

SERTIFIKASI KOMPETENSI: Sebanyak 62 guru SMK di Jateng ikuti uji sertifikasi kompetensi guna menerapkan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Rabu (8/5) lalu.

SERTIFIKASI KOMPETENSI: Sebanyak 62 guru SMK di Jateng ikuti uji sertifikasi kompetensi guna menerapkan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Rabu (8/5) lalu. (istimewa)

Share this      

SEMARANG - Astra Jateng terus berkommitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi industri. Salah satu realisasinya adalah dengan menggelar sertifikasi 62 guru SMK pada (8/5) lalu.

”Program ini kami fokuskan untuk 62 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jawa Tengah. Sertifikasi kompetensi teknis sepeda motor ini merupakan bagian dari implementasi Program Pendidikan Satu Hati PT Astra Honda Motor (AHM) untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di SMK mitra binaan perusahaan,” jelas GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin.

Menurut Muhibbudin, program dari Astra Jateng ini diikuti oleh 60 guru tingkat Bronze dan 2 guru tingkat Silver di 62 SMK binaan Astra Motor Jateng. Keseluruhannya mengimplementasikan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). ”Tiga tingkatan level sertifikasi ini sengaja dikembangkan untuk memastikan materi ajar tersampaikan dengan baik. Level Bronze dengan kompetensi keahlian maintenance, Silver dengan kompetensi keahlian maintenance dan repair, serta Gold dengan kompetensi keahlian diagnostic.

(istimewa)

Peningkatan kompetensi dilakukan secara berkala di Astra Motor Training Center di Semarang. Program ini dikawal langsung oleh asesor dan mekanik yang telah tersertifikasi oleh AHM. Astra Jateng juga memastikan pelaksanaan pelatihan dan uji kompetensi ini tepat sasaran. Yaitu ditujukan kepada guru produktif dan peserta didik menggunakan materi yang selalu diperbaharui sesuai perkembangan teknologi dan tren produk terkini. Hal ini diberlakukan sebagai standar nasional untuk menjembatani dunia usaha dan industri agar selalu “link and match “ dan menghasilkan anak didik yang berkualitas.

GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan tenaga pengajar merupakan salah satu ujung tombak dalam menyajikan materi ajar kepada siswa di dunia pendidikan. Karena itu, knowledge dan kemampuan guru di bidang vokasi industri sangat diperlukan untuk menjamin materi ajar selalu up-to-date dengan perkembangan teknologi dan disampaikan dengan baik oleh para guru.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru produktif SMK mitra binaan secara berkala dan terencana sehingga berpengaruh positif dalam melahirkan generasi muda yang kompetitif dan siap kerja,” ujar Muhibbuddin. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia