Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Nilai USBN SMK Jeblok di Soal Telaah, Ini Penyebabnya

11 Mei 2019, 11: 36: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

Nilai USBN SMK Jeblok di Soal Telaah, Ini Penyebabnya

REMBANG – Perolehan nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK), khususnya jenjang SMK di Kabupaten Rembang dievaluasi. Capaian nilai yang masih kurang dipengaruhi kesiapan anak. Utamanya dalam menelaah soal dengan kategori tinggi.

Bendahara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK di Kabupaten Rembang, Parno menyampaikan, hal ini terkait kesiapan anak dalam mengerjakan soal UNBK. Antara anak SMK dan SMA memang berbeda.

”Siswa SMK belum siap 100 persen layaknya siswa SMA. Utamanya menghadapi soal yang memiliki telaah tinggi. Sebab, anak SMK penekananya lebih ke karakter atau penjurusan,” ujarnya.

Memang siswa-siswa SMK lebih ditekankan karakter menghadapi dunia industri. Utamanya dari sisi kedisiplinan, kerja sama, dan kolaborasi dengan rekan kerja. Lalu yang tidak kalah penting mereka dapat berinovasi dalam bekerja.

Beda dengan anak-anak SMA yang fokusnya di pelajaran akademik. Sebab, mayoritas mereka ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. ”Walaupun ini sama-sama penting. Antara kurikulum industri dan pelajaran akademik,” terangnya.

Terpisah, Ketua MKKS SMA Jufri tidak menampik sebagian SMA memang ada yang nilai rara-rata masih C. Demikian ada juga beberapa anak yang mendapatkan nilai 100 di UNBK tahun ini.

”Untuk yang mendapatkan nilai 100 ada di tiga sekolah. Yakni SMAN 2 Rembang, SMAN 1 Lasem, dan SMAN 1 Rembang,” katanya.

Untuk SMAN 2 Rembang yang mendapatkan nilai 100 ada dua siswa, SMAN 1 Lasem ada tiga siswa yang memperoleh nilai 100, dan SMAN 1 Rembang ada sembilan siswa yang memperoleh nilai sempurna.

”Untuk nama siswanya baru bisa diumumkan bersamaan pengumuman yang dilaksanakan Senin, 13 Mei pukul 15.00,” imbuhnya.

Hasil UNBK by name memang belum bisa diketahui sebelum 13 Mei mendatang. Hal ini juga diamini Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA maupun SMK di Kudus. Mereka kompak enggan membeberkan hasil nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Ketua MKKS SMA Kabupaten Kudus Sri Haryoko mengungkapkan, sebelum ada pengumuman resmi belum berani menerangkan perolehan hasil UNBK. Ini sesuai prosedur dan jadwal yang sudah ditentukan, baik pusat maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

”Wah, saya tidak berani mengungkapkan sekarang. Selesai pengumuman bisa saya jelaskan dan juga sebagai evaluasi hasil unas,” terangnya.

Dia menjelaskan, pengumuman kelulusan dijadwalkan pukul 15.00 dengan mengundang orang tua siswa. Sekarang ini, masing-masing sekolah sudah mulai mencetak undangan yang akan diberikan kepada siswa kelas XII.

Hal yang sama diutarakan Ketua MKKS SMK Kabupaten Kudus Syaiful Hadi. Dia menegaskan, nilai UNBK bisa diketahui setelah resmi ada pengumuman. Dia hanya memberi sedikit bocoran, kalau hasil tahun ini cukup baik.

”Ya, hasilnya lumayan. Dibanding tahun lalu, tahun ini ada sedikit peningkatan. Tapi, untuk detailnya saya belum bisa menjelaskan, karena menunggu pengumuman resmi. Memang nilai sudah diserahkan ke masing-masing sekolah. Untuk penentuan kelulusan sekolah yang berhak, MKKS dan sebagainya tidak ada campur tangan,” terangnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Wilayah III Sunoto saat dikonfirmasi kemarin menjelaskan, nilai UNBK memang sudah diserahkan ke masing-masing sekolah. ”Kalau untuk Jawa Tengah tingkat SMA ada kenaikan dibanding tahun lalu. Ada yang mendapatkan nilai sempurna atau 100. Ya, kami berharap dari tahun ke tahun hasilnya membaik, meski tidak menjadi syarat kelulusan mutlak, nilai UNBK sebagai tolak ukur kemampuan siswa,” jelasnya.

Dia menambahkan, pengumuman resmi digelar Senin (13/5) serentak di SMA/MA dan SMK. ”Teknisnya sekolah sendiri yang mengatur. Yang jelas, siswa diharapkan tertib, tidak ada konvoi dan tidak berbuat anarkistis,” imbuhnya. 

(ks/lin/san/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia