Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Antisipasi Konvoi Pelajar, Disdikpora Libatkan Polisi dan Satpol PP

11 Mei 2019, 11: 08: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI SUPORT: Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi memberi pengarahan kepada para pelajar SMP baru-baru ini. Pengumuman hasil UN SMP/MTs akan disampaikan sekolah kepada orang tua langsung.

BERI SUPORT: Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi memberi pengarahan kepada para pelajar SMP baru-baru ini. Pengumuman hasil UN SMP/MTs akan disampaikan sekolah kepada orang tua langsung. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Hasil ujian nasional (UN) pelajar tingkat SMP/MTs 2019 bakal diumumkan sekolah pada 29 Mei mendatang. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kebupaten Jepara telah mengarahkan sekolah untuk memberikan hasil ujian kepada orang tua langsung. Hal ini untuk menjaga kondusivitas di bulan Ramadan.

Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono mengungkapkan, pihaknya tidak ingin ada siswa SMP yang merayakan kelulusan secara berlebihan. Seperti konvoi, seragam disemprot cat, dan tindakan mengganggu ketertiban.

Untuk itu, hasil ujian akan langsung disampaikan kepada orang tua. ”Hasilnya melalui orang tua. Siswa baru mengetahui hasilnya setelah orang tua menerima dari sekolah,” katanya.

Dengan begitu, orang tua bisa mengontrol anak didik setelah pengumuman disampaikan. Mengenai teknis penyampaian hasil UN di sekolah, diserahkan pada masing-masing sekolah. Harapannya, pengumuman bisa dilaksanakan secara tertib dan aman. Terlebih saat pengumunan juga bertepatan dengan bulan Puasa.

”Kami imbau (penyerahan pengumuman kelulusan) untuk dilaksanakan sore hari dan disampaikan langsung kepada orang tua. Kalau bisa anak-anak tidak usah datang ke sekolah,” jelasnya.

Untuk pencegahan aktivitas yang menganggu keamanan pasca pengumuman, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian dan Satpol PP. Menjelang dan setelah hari pengumuman diharapkan ada patroli di wilayah rawan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

”Belajar dari tahun sebelumnya, Jepara relatif aman. Tapi perlu diantisipasi langkahnya seperti apa,” katanya.

Bahkan, saat hari pengumuman, petugas kepolisian rencananya akan berjaga di titik rawan. Termasuk di depan sekolah-sekolah. Untuk saat ini, pihaknya mengarahkan sekolah untuk mengembalikan peserta didik kepada orang tua. Karena pelaksanaan pembelajaran sudah selesai.

”Dari pada di sekolah tidak ada aktivitas yang jelas, peserta didik dikembalikan ke orang tua. Sambil menunggu hasil ujian, bisa dimanfaatkan dengan kursus atau mengisi kegiatan yang positif. Setelah ujian, pengawasan ada pada orang tua. Sekolah tinggal mengontrol,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Jepara Istono mengatakan, pihaknya siap mengamankan wilayah Jepara saat pengamanan kelulusan. Sejak awal Ramadan, pihaknya juga gencar patroli terkait ketertiban dan keamanan Kota Ukir. ”Pengamanan Ramadan sekaligus menghindari perayaan kelulusan yang berlebihan,” ujarnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia