Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Lagi Asyik Ngamar di Kos, Belasan Anak di Bawah Umur Diciduk Satpol PP

11 Mei 2019, 10: 44: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Petugas Satpol PP sedang melakukan pendataan kepada muda-mudi yang diamankan dalam razia tempat kos pagi kemarin.

Petugas Satpol PP sedang melakukan pendataan kepada muda-mudi yang diamankan dalam razia tempat kos pagi kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Belasan anak di bawah umur diamankan menuju kantor Satpol PP Kabupaten Pati kemarin pagi. Mereka kedapatan sedang berada di dalam satu kamar kos saat petugas Satpol PP melakukan razia ketertiban di Desa Plangitan, Kota Pati.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santosa melalui Sekretaris Imam Rifai mengungkapkan, razia yang dilakukannya menyasar dua titik tempat kos di Desa Plangitan. Razia tersebut bermula dari laporan masyarakat yang resah karena tempat kos tersebut.

”Memang awalnya banyak aduan dari masyarakat. Hal itu berkaitan dengan penyalahgunaan tempat kos. Saat dirazia, ada beberapa kamar kos yang dikunci,” kata Imam Rifai.

Total ada 14 muda-mudi yang diamankan petugas. Terdiri dari tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Namun, mereka tidak berpasangan semua. Ada yang satu laki-laki di dalam kamar dengan dua perempuan. Mereka nantinya akan mendapatkan pembinaan dari Satpol PP.

Dari razia yang dilakukan itu, pihaknya hanya menemukan pelanggaran adanya kegiatan ngamar bukan dengan pasangan resminya. Pelanggaran lain, seperti miras tidak ditemukan. Hanya dari handphone (HP) yang diperiksa petugas rata-rata berisi konten pornografi.

”Kami akan panggil orang tua mereka untuk menjemputnya. Juga memanggil kepala sekolah bagi yang masih berstatus sebagai pelajar. Bagaimana baiknya nanti kami serahkan kepala sekolahnya,” terang Rifai.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyesalkan dengan kondisi beberapa tempat kos yang ada di kota. Dari dua lokasi yang menjadi sasaran razianya. Tempat kos tersebut sangat mendukung terjadi perbuatan-perbuatan negatif yang menjurus kearah perbuatan mesum.

”Rata-rata tempat kos yang begituan tidak ada penjaganya secara khusus. Jadi, cenderung dibiarkan dan bebas. Lingkungan kosnya juga sangat memprihatinkan. Kotor dan kumuh sekali,” imbuhnya.

Untuk itu, Imam Rifai menegaskan kepada para pemilik tempat kos agar tidak hanya menerima penghuni. Akan tetapi memerhatikan kondisi-kondisi ketertiban tempat kos yang dikelolanya, agar tak meresahkan masyarakat.

(ks/lin/aua/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia