Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Penentuan Zonasi PPDB SMP Dirapatkan Hari Ini

10 Mei 2019, 15: 28: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

ZONASI PPDB: Kasi Kurikulum Dikdas Disdikpora Kudus Djamin menerangkan isian tabel daya tampung usulan dari masing-masing SMP negeri di kantornya kemarin.

ZONASI PPDB: Kasi Kurikulum Dikdas Disdikpora Kudus Djamin menerangkan isian tabel daya tampung usulan dari masing-masing SMP negeri di kantornya kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) disibukkan penyusunan draf pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP. Nantinya, draf tersebut akan menjadi juknis pelaksanaan PPDB yang diperkirakan dimulai Juni.

Hal ini disampaikan kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo melalui Kasi Kurikulum Dikdas Djamin. PPDB SMP tahun ini tanpa ada memperhitungkan skor nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Tapi mengacu pada jarak wilayah tempat tinggal dengan sekolah yang digunakan sebagai zonasi.

”Sebenarnya, sosialisasi terkait PPDB secara nasional sudah dilaksanakan Maret. Masing-masing kabupaten menyusun draf dan penentuan zonasi. Untuk Kudus draf sudah disusun, tinggal usulan zonasi dari masing-masing sekolah,” terangnya.

Rencananya, lanjut Djamin, usulan zonasi dilaksanakan pada Jumat (10/5) di SMP 2 Kudus, jadi seluruh kepala sekolah SMP negeri rapat bersama menentukan zonasi. Sekaligus mengisi data terkait dengan kebutuhan daya tampung siswa.

Dia menambahkan, daya tampung SMP yakni jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar (rombel) atau kelas paling sedikit 20 peserta didik, dan paling banyak 32 peserta didik. Untuk jumlah rombel sedikit tiga rombel, dan paling banyak 33 rombel, masing-masing tingkat paling banyak 11 rombel.

Djamin menambahkan, penentuan zonasi diantaranya, pembagian wilayah dalam zonasi mempertimbangkan daya tampung dengan jumlah peserta didik dalam suatu wilayah yang merupakan lulusan SD/MI atau sederajat.

Ketentuan zonasi dibagi kedalam dua wilayah zonasi yaitu Dalam Zonasi dan Luar Zonasi. Djamin menjelaskan, batasan wilayah zonas idimaksud adalah Dalam Zonasi yakni wilayah terdekat satuan pendidikan dengan jarak domisili calon peserta didik dengan radius paling jauh tujuh kilometer.

Kemudian, ketentuan luar zonasi yakni wilayah di luar wilayah dalam zonasi di dalam wilayah satu kabupaten dan/atau luar Kabupaten Kudus. Dan, Djamin juga menjelaskan, pengumuman hasil kelulusan SMP 29 Mei 2019.

”Berlaku sistem zonasi dikhususkan untuk SMP negeri, kalau swasta bebas tidak ada batasan zonasi,” ungkapnya. 

(ks/san/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia