Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Begini Upaya Dinas Perdagangan Antisipasi Ketersediaan Elpiji 3 Kg

10 Mei 2019, 15: 01: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

KEBUTUHAN MENINGKAT: Seorang petugas menurunkan tabung gas elpiji tiga kilogram kemarin. Jatah elpiji ditambah mengantisipasi kebutuhan selama Ramadan dan lebaran.

KEBUTUHAN MENINGKAT: Seorang petugas menurunkan tabung gas elpiji tiga kilogram kemarin. Jatah elpiji ditambah mengantisipasi kebutuhan selama Ramadan dan lebaran. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Dinas Perdagangan Kudus, meminta semua pangkalan elpiji di Kabupaten Kudus untuk menjaga keandalan stok elpiji 3 kilogram selama Ramadan. Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya mengalami kenaikan.

Pasokan elpiji di Kudus sepanjang 2019 juga sesuai dengan kebutuhan. Begitu masyarakat sangat membutuhkan, seperti bulan puasa, akan segera dipenuhi. Hal ini disampaikan Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno.

Alokasi elpiji bersubsidi yang diterima sebesar 8,19 juta tabung atau mengalami kenaikan dibandingkan realisasi penyaluran selama 2018, hingga 7,88 juta tabung. Praktis ada penambahan 315.333 tabung.

Untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama puasa terpenuhi, jajaran Dinas Perdagangan Kudus melakukan pemantauan di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, pasokan elpiji di masyarakat tersedia memadai, meskipun ada kenaikan permintaan.

”Tapi, selama puasa ada alokasi penambahan empat persen, yang semula rata-rata per bulan 650 ribu tabung. Kami rasa mencukupi. Ini karena sudah mulai ada peralihan dari usaha kecil mikro (UKM) yang menggunakan Bright gas 5,5 kilogram. Tambahan gas tersebut sifatnya fluktuatif,” terangnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum memerlukan operasi pasar (OP), mudah-mudahan hingga Lebaran alokasi tercukupi. Imam menambahkan, yang penting stok elpiji bersubsidi tersebut masih ada.

Sementara itu, masih menjadi problema terkait dengan harga gas melon yang sudah melampaui harga eceran tertinggi (HET). Pada saat pantauan rata-rata harga elpiji 3 kilogram sampai ke konsumen mencapai Rp 20 ribu per tabung, semestinya kalau sesuai HET hanya Rp 15.500 per tabung di tingkat pangkalan.

Kami ingatkan bahwa keberadaan pangkalan untuk melayani konsumen rumah tangga. Artinya prioritas yang harus dilayani konsumen rumah tangga,” ujarnya.

Ditambahkan, kalau diketahui ada pangkalan yang tidak bisa menjaga stok elpiji

bersubsidi, pihak agen akan diminta untuk memberikan pembinaan, mengingat alokasi elpiji yang diberikan tentunya sesuai kebutuhan masyarakat sekitarnya.

”Jumlah agen yang menyalurkan elpiji tiga kilogram di Kudus sebanyak sembilan agen dengan jumlah pangkalan sebanyak 825 pangkalan,” jelasnya.

(ks/san/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia