Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Pembunuhan Bermotif Dendam, Pelaku Peragakan 10 Adegan

10 Mei 2019, 14: 15: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

SADIS: Sukri, 32, pelaku pembunuhan Jasmin, 40 tahun saat rekonstruksi kemarin.

SADIS: Sukri, 32, pelaku pembunuhan Jasmin, 40 tahun saat rekonstruksi kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Rekonstruksi pembunuhan Jasmin,40, warga Dukuh Banyu Urip, Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Blora digelar kemarin. Sedikitnya pelaku memperagakan 10 kali adegan.

Tidak ada fakta baru dalam rekonstruksi kemarin. Tersangka dengan runtut memperagakan bagaimana proses pembunuhan dari awal hingga dia menghilangkan atau menimbun barang bukti berupa sabit.

Sugiyanto, kuasa hukum pelaku mengaku, secara garis besar, kliennya mengakui perbuatannya dan kooperatif selama rekontruksi. Kejiwaannya juga normal. Serta bisa komunikasi dengan lancar. Selain itu, bisa melakukan tiap adegan dengan baik.

”Sedikitnya ada 10 adegan. Mulai melakukan awal perbuatan pada malam kejadian, cara masuk rumah, cara melukai korban sampai dengan menghilangkan jejak, dengan mencuci alat berupa sabit dan menguburnya beserta kaos pelaku di pinggir sungai yang masih wilayah Desa Nglandeyan,” terangnya.

Menurutnya, saat ini berkas kliennya belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Blora. Sebab baru proses rekonstruksi ulang. ”Alasannya sepele. Sakit hati karena sering diejek dan dihina. Selain itu, dia merasa bahtera keluarganya juga diganggu hingga dia bercerai. Sehingga membuatnya menyimpan rasa dendam selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Diketahui bersama, Sukri, 32, pelaku pembunuhan Jasmin, 40, Warga Dukuh Banyu Urip, Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Blora ini sudah tiga kali mencoba membunuh korban. Namun selalu gagal. Baru Rabu (17/4) berhasil menghabisi nyawa tetangganya.

Saat melakukan aksinya, pelaku masuk melalui pintu belakang rumah korban yang tidak terkunci. Kemudian melakukan pembacokan sebanyak dua kali menggunakan sabit mengenai leher korban yang saat itu sedang tidur di kamarnya.

Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang, menjelaskan, akibat bacokan yang dilakukan pelaku terhadap korban, leher korban mengalami dua luka sayatan. ”Pembunuhan berencana. Pelaku diancam dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 (3) KUHP,” terangnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia