Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Resmi Diserahkan ke Pemkab, Gedung PBG Dianggar Rp 750 Juta Per Tahun

09 Mei 2019, 15: 40: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

DIMERIAHKAN TARI: Salah satu hiburan yang digelar saat serah terima gedung PBG, Jumat (3/5) lalu.

DIMERIAHKAN TARI: Salah satu hiburan yang digelar saat serah terima gedung PBG, Jumat (3/5) lalu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Djarum Foundation Bhakti Pendidikan telah resmi menyerahkan gedung Pusat Belajar Guru (PBG) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Serah terima dilakukan secara simbolis di aula PBG pada Jumat (3/5).

Bupati Kudus M Tamzil menandatangani berita acara serah terima bersama Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation Felicia Hanitio, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Djoko Susilo serta koordinator pengelola PBG KuduS Imam Santoso.

Gedung PBG yang diserahterimakan berupa bangunan kelas tempat belajar sisi utara, kelas tempat belajar sisi selatan, kantor pengelola, dan bangunan sarana penunjang. Bupati Kudus M Tamzil, mengatakan, seluruh gedung ini diperkirakan senilai Rp 15 miliar.

SARANA BELAJAR: Dari kiri, koordinator pengelola PBG KuduS Imam Santoso, Bupati Kudus M Tamzil, Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation Felicia Hanitio, dan Kepala Disdikpora Kudus Djoko Su

SARANA BELAJAR: Dari kiri, koordinator pengelola PBG KuduS Imam Santoso, Bupati Kudus M Tamzil, Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation Felicia Hanitio, dan Kepala Disdikpora Kudus Djoko Su (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

”Untuk perawatan dan pemeliharaan selama setahun, setidaknya harus dianggarkan Rp 750 juta. Saya menekankan kepada pihak pengelola agar selalu memperhatikan kebersihan. Terutama toilet, itu yang paling penting,” terangnya.

Sementara itu, Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation Felicia Hanitio mengatakan, PBG merupakan sarana untuk membantu profesionalisme guru secara berkelanjutan di era pendidikan 4.0 yang perubahannya sangat banyak.

”Semua butuh proses belajar sepanjang masa. PBG ini tidak hanya untuk pelatihan para guru di lingkungan Disdikpora Kudus, namun para guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) pun dapat memanfaatkannya,” tandasnya.

Tamzil menambahkan, para guru di Kudus terutama guru-guru sekolah swasta telah diberikan tunjangan senilai Rp 1 juta. Tujuannya, agar para guru tidak lagi mengeluh gaji mereka.

”Tunjangan tersebut kami berikan agar guru semangat dalam mengajar, sehingga pendidikan di Kudus menjadi berkualitas. Untuk itu, para guru harus meningkatkan kemampuan mereka,” imbuh Tamzil.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia