Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Rugikan Nasabah Rp 2 Miliar, Ketua Koperasi Mapan Karya Kayen Diciduk

08 Mei 2019, 12: 31: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

RUGIKAN NASABAH: Petugas Polres Pati mengamankan tersangka Ketua Koperasi Mapan Karya Susanto Widodo (tengah) kemarin.

RUGIKAN NASABAH: Petugas Polres Pati mengamankan tersangka Ketua Koperasi Mapan Karya Susanto Widodo (tengah) kemarin. (POLRES PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Petugas Polres Pati menjemput paksa Susanto Widodo, 43, warga Desa Tajungsari, Jakenan, Pati, kemarin. Dia merupakan ketua Koperasi Mapan Karya yang berlokasi di Desa/Kecamatan Kayen. Koperasi tersebut telah menghimpun uang tanpa seizin Bank Indonesia (BI) dan saat ini kolaps. Sehingga merugikan masyarakat mencapai Rp 2 miliar.

Koperasi tersebut telah didirikan sejak 2011 lalu. Karyawan yang bertugas mencari nasabah menjanjikan deviden 15 persen per bulan. Hal itulah yang membuat masyarakat tertarik menabung di koperasi itu. Nasabah sebenarnya sudah mendapatkan deviden yang dijanjikan. Namun, sejak 2016 nasabah sudah kesulitan menarik uangnya.

”Beberapa nasabah tidak bisa mengambil uangnya. Selain itu, aset koperasi berupa bangunan kantor telah dijual kepada pihak lain seharga Rp 1 miliar. Bangunan ruko yang menjadi aset koperasi juga digunakan agunan utang Rp 350 juta. Uang itu digunakan tersangka (Susanto Widodo, Red) dan tak dikembalikan kepada nasabah,” jelas Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana kemarin.

Atas kejadian ini, belasan nasabah melaporkan kejadian itu ke Polsek Kayen pada Agustus 2018 lalu. Selanjutnya, petugas melakukan berbagai tahapan penyelidikan hingga mendatangkan saksi ahli. Petugas juga telah meminta keterangan dari 16 orang saksi nasabah dan karyawan koperasi.

Berdasarkan hasil audit, sejak didirikan 2011 hingga 2016 ada 1.638 nasabah yang tidak bisa mengambil uang mereka. Totalnya Rp 2,075 miliar. Atas bukti-bukti yang kuat, petugas Unit Reskrim Polsek Kayen membawa paksa tersangka untuk mengikuti proses hukum selanjutnya.

”Sedangkan beberapa barang bukti seperti buku tabungan nasabah, buku kas catatan pengeluaran uang koperasi, stempel koperasi, satu bandel daftar nama dan saldo simpanan tabungan, serta berkas lain sudah dikirim ke kantor Kejari Pati dan diterima JPU (jaksa penuntut umum),” ungkap Yusi.

Tersangka dijerat dengan Pasar 46 Ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Jo 55 Ayat (1) butir ke- 1 KUH Pidana.

(ks/put/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia